Jam istirahat pertama
brukkk
Karla yang berjalan-jalan santai tidaklah menyadari, di arah berlawanan dengannya terdapat Arkan yang berlari menabraknya sama-sama terhuyung kebelakang. Arkan berusaha untuk berdiri.
"Hey....loe, bro kembalikan buku gue, coy," teriak Danu yang membuat Arkan langsung berdiri dengan meninggalkan Karla dan Buku yang dicari sang empunya.
Jam keempat
Kelas 10 A
"Nah, begitu ceritanya Sahwa sombong tidak itu kakak kelas?" tanya Karla kepada Sahwa yang dibalas Sahwa senyum maklum dengan mengelus bahu Karla.
Dilapangan sekolah.
Terlihat Arkan dan Danu tampak berdiri hormat kepada sang merah putih dengan bercucuran keringat.
"Kok loe bete, sichh. Sama gue, bro. harusnya, tuh gue. Buku gue hilang tahu nggak gara-gara loe," ucap kesal Danu setengah mati.
"Kagak gue nggak sekali kesal same loe kok. Gue hanya kezel dengan cewek afgan dan abal-abal, coy,"ucap Arkan dengan wajah btnya yang membuat Danu ingin menonjoknya.
"Yayaya, cewek yang ababil itukan yang pernah loe ceritakan kepada gue," ucap Danu ngasal.
"Yayaya, asbang loe bro, " nyinyir Arkan yang seakan tak tahu kesalahanya.
"Masa sich, nggak terbalikannya loe, hah," ujar Danu.
"Oh jak being-being," nyinyir Arkan .
"Apa kata loe, hah," pekik Danu yang kehabisan kesabaran.
"Oh ya allah kenapa baim selalu disalahin. Apa dosa baim selama ini selalu saja salahin," ujar Arkan dramatis yang semakin menjadi-jadi ketika di kalimat terakhir. Arkan tertawa melihat sahabatnya misuh-misuh. Tapi, itu hanya beberapa saat. Ketika ekor mata melihat seorang yang mirip dengan Karla dengan wajah tak tergambarkan sambil tersenyum misterius dengan baju bernoda darah kepada Arkan. Arkan merasakan bersalah yang sanggat kentara. Bahkan keringatnya semakin bercucuran bukan karena matahari tapi karena penampakan itu. Bulu romanya berdiri dan suhu tangannya berubah menjadi dingin seakan berada dikutub utara. Tanpa, ia sadari ia menutup mata dengan air mata menetes. Sedangkan, Danu ia acuh tak acuh dengan Arkan. Bahkan, ia tak sekali pun melirik Arkan yang rasa bersalah dan rasa takut setengah mati. Ketika Arkan tiba-tiba pingsan ia baru menyadari seseatu. Ia langsung membawa Arkan keUKS. Ketika ia melihat Arkan diranjang UKS ia menatap iba temannya.
"Kamu pasti dari kemarin belum makan, ya." Ucap lirih Danu. Tiba-tiba, datanglah Mila. Danu mentap sinis Mila. Mila hanya tersenyum misterius sambil berusaha memegang Danu. Bertepat datangnya Ryan Mila berhasil memegang tangan Danu lalu tiba-tiba putaran kilasan kehidupan Mila mulai samar menjadi terlihat jelas dimata Danu.
Bersambung ...

YOU ARE READING
Kekuatan persahabatan
Short Story#Update di waktu sengang Kelas 10 A Harini adalah hari pertama sekolah bagi siswa-siswi baru terutama untuk seorang gadis yang tidak berkedung, yaitu Karla. "Assalamuikum," salam sambil senyum seorang gadis berkerudung kepada Karla yang sebelahnya...