---Happy Reading---
13.47
|kamu dimana?
Aga menekan send.
Siang itu, suasana sekolah Shena sudah sepi, hanya tertinggal beberapa murid yang masih menunggu di depan gerbang sekolah. Aga mengarahkan pandangannya kesana kemari, melihat apakah kekasihnya itu masih disana. Beberapa menit ia berdiri disana namun tidak ada yang ia temui, kekasihnya sepertinya sudah meninggalkan sekolahnya sebelum ia sampai disana. Aga berjalan mendekati motornya, lalu memasang helm dikepalanya lagi. Mesin motornya ia hidupkan, lalu ia beranjak dari sana. Meninggalkan sekolah Shena dengan bangku belakang yang masih kosong. Ini adalah kali pertama Aga menjemput Shena setelah lebih dari 3 bulan menjalin hubungan. Kenapa? Karena mereka sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi, dalam waktu dekat, mereka akan mengikuti Ujian Nasional, yang mana nantinya akan mulai masuk ke bangku SMA.
Dipersimpangan yang tidak jauh dari sekolah, mata Aga menerawang jauh kedepan sana. Memperhatikan seseorang yang sedang berdiri dipinggir jalan. Dari postur tubuhnya, Aga menebak bahwa itu adalah Shena, kekasih hatinya yang ia pikir sudah sampai dirumah.
"Shena.." Aga menghentikan motornya didepan gadis itu. Sedangkan yang ada didepannya menyerngitkan alisnya, bingung.
Lalu Shena akhirnya tersenyum, menampakkan keindahan yang terpampang jelas dari sudut bibirnya, "Kamu dari mana?" Tanyanya.
"Sini naik." Aga mempersilahkan kekasihnya itu untuk duduk belakangnya, namun Shena tidak memberi respon apapun, "Lama ih!" Aga akhirnya menarik lengan gadis itu, menuntunnya untuk cepat-cepat naik ke atas motornya.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku?" Ucap Shena masih berdiri disamping motor Aga.
"Abis dari sekolah kamu." Balas Aga, lalu sorot matanya berubah sayu ketika ia berhadapan dengan mata gadisnya. Aga mendaratkan tangannya ke atas kepala Shena, mengusapnya lembut dengan penuh perhatian, "Aku gak mungkin biarin pacarku yang lagi sakit pulang dengan orang selain aku." Sambung Aga disela-sela kegiatannya yang masih saja enggan untuk berhenti mengusap rambut Shena.
Shena berdecak kesal, meskipun sebenarnya ia ingin sekali berteriak. Aga berhasil menerbangkan kupu-kupu yang ada didalam perutnya, membuat Shena salting dan reflek menepis tangan Aga yang ada diatas kepalanya.
"Jangan dirusakin rambutnya." Shena memajukan bibirnya, bertingkah seakan-akan sangat kesal dengan perbuatan Aga barusan. Padahal nyatanya, kalau ia bisa meminta ia ingin Aga melakukan itu berulang-ulang kali lagi.
"Kamu sama siapa disini?"
"Sama Rahma, tuh dia lagi beli mie instan." Shena menunjuk ke arah kedai disebelah, dimana ada teman sekelasnya yang sedang sibuk mengantri untuk membayar mie instan yang sedang dipegangnya.
"Pulang sama aku aja. Sana bilang ke Rahma, atau gak usah bilang aja?" Aga tersenyum jahil, "Tapi jangan deh, takut nanti tiba-tiba ada berita penculikan anak kecil yang disebarin sama dia."
"Siapa juga yang anak kecil?! Aku udah gede, udah 16 tahun! Dikit lagi 17!"
"Yaaaaa dehhhhhh." Aga mengusap rambut Shena lagi.
"Jangan dirusakin dibilangin!"
Aga terkekeh melihat pipi gembul Shena yang berubah warna menjadi pink, "Maaf, yaudah sana kamu ke Rahma dulu, bilangin ke dia kamu pulang sama aku."
"Iya sebentar." Shena meninggalkan Aga dan masuk kedalam kedai tersebut. Menghampiri Rahma yang entah sejak kapan sudah berpindah tempat, Shena pikir ia sudah selesai berbelanja karena ia sudah melihat Rahma mengantri beberapa saat yang lalu. Tapi ternyata, Rahma masih sibuk memilih-milih merk kecap yang ada di rak.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENA (Revisi)
RomansaIni cerita tentang dua perasaan yang dipaksa menyerah oleh keadaan, sampai akhirnya memilih jalan masing-masing dalam mencari bahagia.
