7. Rehat

270 33 1
                                    


"Dek.. it's going to be okay. Ada kakak disini. So please don't stress out" lirih pemilik tangan yang tengah memeluknya itu.

Hyeongjun tidak dapat membalikkan badannya. Pelukan ditubuhnya terlalu erat, membuat dirinya mengurungkan niat untuk melihat wajah sang pemilik tangan hangat itu.

Namun dari suara khasnya, ia tau siapa sosok yang tengah memeluknya saat ini.

Hyeongjun tersenyum kecil. Menutup matanya sejenak. Merasakan kehangatan yang mulai menjalar ke hatinya yang rapuh.

"Terima kasih kak. Jun udah ga apa-apa." jemarinya melepas kaitan tangan besar dari tubuhnya lembut.

Kemudian melanjutkan aktivitasnya menyusun beberapa pasang pakaian untuk dibawa pulang.

"Kakak tadi sudah bawa coat yang jun minta dari kantor. Nanti jangan lupa dipakai ok?" ujar pria yang lebih tua itu, mengusap surai kesayangannya.

"Mm.. terima kasih kak hangyul" balas hyeongjun singkat. Berusaha mengontrol suaranya yang masih bergetar.

Setelah menghembuskan nafas panjang, telapak tangannya yang kecil menepuk-nepuk pipinya. Mencoba menenangkan diri.

"Bener adek bisa pulang sendirian naik bus? Jam berapa keberangkatannya?" tanya hangyul. Netranya terus menatap punggung poodle nya dengan tatapan khawatir.

Tidak yakin anak ini akan baik-baik saja melakukan perjalanan panjang seorang diri. Biasanya para hyung atau manajer hyung selalu mengantar paling tidak sampai stasiun.

Namun kali ini hyeongjun harus pulang sendiri karena jam keberangkatan mereka saling bertubrukan. Akibat dari jadwal kepulangan mereka yang sangat mendadak.

"It's okay, kak. I can handle it by myself."

"Jun ga bawa banyak barang kok kali ini. Oh dan keberangkatannya nanti jam 4" senyum tipis terukir di bibirnya.

"Apa kakak antar aja? Mumpung kakak pulangnya masih nanti jam 6-an." tawar hangyul. Dirinya tidak tega membiarkan poodle kesayangannya makin merasa kesepian dalam kepulangannya kali ini.

Hyeongjun berfikir sejenak.

"Ok kak.. Maaf jadi ngerepotin lagi." ujar lelaki manis itu, sedikit merasa bersalah.

"Ah santai aja jun. Kakak emang mau sekalian cabut. Ga betah sendiri di dorm sepi."

"Hehe.. thanks kak."

Ditutupnya koper kuning itu rapat-rapat setelah dirinya mengecek ulang barang bawaannya.

Setelah mengemas semuanya, hangyul dan hyeongjun melangkahkan kakinya dari dorm. Mengunci pintu, memastikan semuanya aman selama di tinggal.

Sebelum dirinya berpisah dengan hangyul di stasiun, hangyul memeluknya lama seakan memberi kekuatan. Sambil membisikkan kata-kata penenang untuknya.

Dalam perjalanan ke terminal, pikiran hyeongjun berkecambuk. Memikirkan keluarganya, kelanjutan karirnya, serta hubungannya dengan yohan hyung.

Dirinya berharap diwaktu istirahatnya ini benar-benar dapat menghilangkan sedikit beban di bahunya. Serta menguatkan dirinya untuk tidak menyerah dan terus kuat demi anggota X1 yang sudah ia anggap sebagai keluarga serta para penggemar yang mungkin saat ini tengah terguncang.

.

.

.

.

.

.

Hari-hari berlalu begitu cepat. 24 November. Hyeongjun tidak menyangka ia akan kembali lebih awal dari dugaan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 01, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

How Can I Love The Heartbreak, You Are The One I LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang