0:3

1.4K 163 82
                                    

Kekehan miris atas takdir yang kelewat tragis tidak mampu lagi ditahan, kendati untuk sekadar menyangkut di kerongkongan.

Kim Seokjin tidak pernah tahu jika alur kisahnya akan berjalan semenyedihkan ini.

Menjadi yatim piatu sejak usia 13 tahun, pun dengan sekelumit perkara utang-piutang yang diwariskan oleh kedua orang tuanya, ternyata masih belum cukup puas menciptakan duka.

Pria itu lagi-lagi harus menelan pil pahit tatkala mengetahui jika gadis yang menjadi cinta pertamanya, nyatanya telah menjadi milik orang lain.

Entah ekspresi semacam apa yang tersemat di wajah pria bermarga Kim itu sewaktu tunangan si gadis tetiba datang menghampiri, di tengah nikmatnya santapan makan siang.

Dara itu mengucapkan salam pamit yang kelewat singkat, tanpa ulasan senyum barang satu mili pun.

Lantas, Areum meninggalkan Kim Seokjin dengan kepingan hati yang berserak tak tentu arah, pun luka yang kian memerih—seiring dengan bertambahnya waktu.

Seokjin menjambak rambutnya di tengah mendung yang memayungi seisi jagat, yang mana seakan tahu suasana hatinya yang tengah kacau balau.

Sial. Kau seharusnya sadar dimana posisimu berada, Jin. Jangan melewati batasmu. Karena, sampai kapanpun, langit dan tanah tidak akan mungkin pernah dapat menyatu. []

First and Last ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang