Sepuluh

6 1 0
                                    

Senin pagi.Aku berangkat sekolah diantar oleh ayahku dengan motornya.Sampai di depan sekolah,aku melihat rika yang akan memasuki gerbang sekolah.

"Rika!" teriakku yang dibalas lambaian tangannya,setelah berpamitan aku segera berlari menghampirinya.

"Rik,apa kau masih ingat mimpi yang kuceritakan kemarin?" tanyaku saat sudah di sampingnya.

"Emh,kenapa?Kau mimpi itu lagi?" tanyanya dengan kernyitan di dahi.Aku menggelengkan kepala dan mulai menceritakan apa yang kualami sambil berjalan menuju kelas kami.

Saat hampir sampai dikelas,dia berhenti karena terkejut dengan ceritaku."Sungguh?Mungkin saja itu halusinasimu seperti yang orang tuamu katakan atau mungkin kau memang sedang bermimpi waktu itu" kata rika.

"Tidak.Itu terasa sangat nyata.Mungkin saja setelah aku menemukan makamnya,hantu itu menghampiriku.."

"Tapi kalau itu memang benar.Kenapa dia mendatangimu?" tanya rika dengan penasaran.

"Aku juga tidak tau." jawabku sambil mengendikkan bahu.

"Baiklah,apapun itu.Semoga tidak membahayakanmu." kata rika dan kubalas anggukan.

Semoga saja tidak terjadi apa apa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Blood and TearsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang