[s2] 4.0 balcony talks

2.2K 214 54
                                        

Awalnya Jira sangat terkejut ketika mendapati Mark yang sedang berdiri menghadap dirinya dari balkon kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Awalnya Jira sangat terkejut ketika mendapati Mark yang sedang berdiri menghadap dirinya dari balkon kamarnya. Namun dengan cepat wanita itu mengontrol ekspresinya itu.

"Hai Mark" Sapanya.

"Can we talk?" Tanya Mark, wajahnya terlihat sedih.

Jira menggeleng. "No, we can't. Aku gak mau ada salah paham"

"Gak ada yang salah paham. Ayo, Ra, aku pengen cerita semuanya ke kamu"

Melihat Mark yang menatapnya memelas, Jira luluh dan akhirnya mengiyakan setelah berpikir sebentar. Ia juga ingin tahu bagaimana kabar pria itu selama ini.

"Oke, kapan?" Tanyanya.

"Tell me your new phone number" Balas Mark.

"Buat apa?"

"Aku kasih tau di Whatsapp aja, aku gak bisa di sini lama-lama"

Sebenarnya Mark tidak berbohong, memang jika ia lama-lama berdiam diri di balkon, Yeri akan menghampirinya. Ia hanya mengambil kesempatan agar ia dapat menghubungi Jira kapanpun.

Jira menyebutkan nomor barunya, kemudian Mark dengan teliti mencatatnya di hp.

"Is it right?" Tanya Mark sambil menatap ke arah hp Jira.

mark
Incoming Call..

Jira membulatkan matanya, bisa-bisanya ia lupa jika ia masih menyimpan nomor Mark.

"That's my number, Ra, if you already forgot"

Jira menggeleng sambil tersenyum tipis. "I still save it"

Mendengar itu, Mark makin dibuat merasa bersalah.

"Jiraa?!" Panggil Jeno dari luar kamar Jira.

"A—aku duluan ya, aku harus ke bawah" Ucap Jira pada Mark.

"Is it Jeno?"

Jira mengangguk. "See you.."

"Hope you happy with him, Park Jira. I'm here, still in love with you"

——

Pukul sebelas malam ini Jira sudah berada di atas kasurnya. Sedangkan Jeno memutuskan tidur di bawah meskipun Jira sudah menawarinya untuk tidur di kamarnya saja.

Ting!

Jira meraih hp-nya di atas nakas. Hampir saja ia menjerit terkejut ketika membaca pesan Whatsapp beserta pengirimnya.

WHATSAPP | now
mark
hai, still wake up?

"Oh my goodness!" Pekiknya.

Entah mengapa tapi jantungnya tiba-tiba saja berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya ketika ia membuka pesan dari Mark itu.

you, you, you ; markleeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang