c o m p l e t e d
"Itu mah emang kamu born to be Mark's bucin!"
Udah dijauhin, diselingkuhin bertaun-taun, terus akhirnya ditinggal nikah. Tapi Jira tetep aja sayang sama Mark.
Lika-liku kehidupan Jira bersama teman oroknya, Mark.
⚠️ please do not c...
Jira membuka pagar rumahnya pelan-pelan. Sejujurnya ia malah takut Jaehyun akan memarahinya karena hilang tiba-tiba kemarin.
Tok tok tok!
Tidak ada jawaban. Kemudian Jira mencoba membukanya, namun pintu terkunci.
Jira mengernyit, mengapa hanya pintu yang dikunci?
"Jira!"
Yeri memanggilnya dengan keresek di tangannya, terlihat seperti habis dari minimarket.
"Hai, Yer! Abis darimana?" Tanya Jira sambil berjalan mendekat.
"Abis dari Yomart, nih" Jawab Yeri sambil menunjukkan keresek yang dipegangnya. "Kak Jaehyun nyariin lo dari kemarin, keliatan kayak yang worry banget" Lanjutnya.
Seketika Jira merasa bersalah. "Pintu rumah gue dikunci, lo tau gak Kak Jaehyun pergi ke mana?"
"Setau gue tadi malem udah pulang, tapi kayaknya pergi lagi deh. Lagian lo emangnya kenapa sih sampe gak ngabarin gitu?"
"Sempet berantem kemarin sama dia.."
Yeri mengangguk-angguk mengerti, tidak ingin bertanya lebih jauh tentang masalah Jira dan Jaehyun.
"Lo nunggu di rumah gue aja deh, ayo" Ajaknya.
"Gak papa nih?"
"Gak papa ih" Lalu Yeri menariknya untuk masuk ke dalam rumah Mark.
Jira duduk di sofa ruang tamu. Ia melihat foto-foto yang dipajang di sekeliling dinding ruang tamu selagi Yeri mengambil minum. Tidak banyak yang berubah, hanya bertambah satu frame foto yang lumayan besar—foto pernikahan Mark dan Yeri. Mark terlihat sangat bahagia di foto itu, Yeri yang berada di sebelahnya juga terlihat cantik. Cocok.
Kalo udah liat ini, kayaknya emang gue gak boleh berharap sama Mark lagi..
Kemudian Jira agak terkejut ketika mendapati fotonya dengan Mark yang masih dipajang. Foto itu diambil ketika pernikahan Mama dan papanya Jaehyun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Foto itu memang dipotret oleh fotogafer pernikahan, namun atas suruhan Bunda. Jira masih ingat dengan jelas ketika Bunda terlihat bahagia saat fotografer memotret dirinya dengan Mark.
Setelah itu Bunda memegang satu-satu tangan Mark dan Jira. "Bunda bakal seneng banget kalo kalian yang jadi pengantinnya nanti" Ucapnya.
Pada akhirnya bukan Jira dan Mark kan yang menjadi pengantin.
Yeri datang dengan membawa nampan. "Nih Ra, mau sekalian sarapan nggak?" Ucapnya sambil menaruh segelas teh di hadapan Jira.