Mark kembali ke kamar Jira dengan nampan berisi semangkuk bubur di tangannya.
"Makan ya, supaya cepet pulih lagi" Ucapnya sambil menyodorkan mangkuk itu.
"Emang masih ada yang jualan bubur gitu jam segini?" Tanya Jira sambil menatap Mark.
"Ini Yeri bikin tadi"
Jira langsung tertohok.
"Mau aku suapin aja apa nggak?"
"Gak usahlah"
"Emang gak susah gitu makannya?"
"Nggak—"
Tiba-tiba bubur itu sedikit tumpah ketika Jira akan memakannya. Sejujurnya wanita itu memang kesusahan untuk makan sekarang, mengingat tangan yang di infus kini sebelah kanan.
"Tuh kan kata aku juga!" Omel Mark sambil dengan reflek membersihkan tumpahan bubur menggunakan tisu.
Lalu Mark mengambil alih mangkuk bubur tersebut dan siap menyuapi Jira selama makan.
"Berarti perutnya Yeri udah mulai keliatan dong ya?" Tanya Jira random.
"Iya sih, udah agak keliatan gitu" Balas Mark.
"Seru deh, punya anak kecil"
"Nanti kamu punya juga kok"
"Dari siapa ya.."
"Dari Jeno? Atau mau dari aku?" Ucap Mark sambil cengengesan.
Jira langsung memukulnya. "Ngawur!"
"Kamu sama Jeno awalnya gimana Ra?"
"Apwanywa?" Tanya Jira tidak jelas, mulutnya masih sibuk mengunyah.
"Telen dulu baru ngomong, Raaa"
Setelah menelan buburnya, Jira nyengir. "Sorry hehehe"
"Pas hari kedua di univ, aku masih belum punya temen gitu kan"
Mark mengangguk, lalu menyuapi Jira lagi. "Terus?"
"Tewush—"
"Telen dulu, ya ampuuun"
"Kamu nyuapin mulu, aku kapan ceritanya" Jira memanyunkan bibirnya kesal.
"Eh iya sorry sorry" Ucap Mark terkekeh, lalu reflek mengelus kepala Jira.
"Terus aku ke library sendirian, terus di library deh aku ketemu dia"
"Aku kaget pas ketemu dia, tapi dianya nggak. Katanya dia dapet scholarship di sana, terus emang udah nyangka bakalan satu univ sama aku"
"Terus gimana?" Tanya Mark sambil menyuapi Jira lagi.
Kali ini Jira benar-benar menelan buburnya dulu sebelum kembali bercerita.
"Terus kita jadi deket karena sefakultas, terus semester-semester awal tuh aku kemana-mana sama dia mulu, soalnya masih belum bisa beradaptasi"
"Kayak pas kita masuk SMA berarti ya? Kamu kan ngintilin aku terus tuh" Ucap Mark.
Jira tertawa. "Eh iya ya bener! Aku baru sadar"
"Jadi kangen Jeno.." Gumam Jira.
Setelah itu Mark juga menceritakan bagaimana ia kuliah lebih cepat dan memegang company Ayah sambil terus menyuapi Jira.
KAMU SEDANG MEMBACA
you, you, you ; marklee
Fanficc o m p l e t e d "Itu mah emang kamu born to be Mark's bucin!" Udah dijauhin, diselingkuhin bertaun-taun, terus akhirnya ditinggal nikah. Tapi Jira tetep aja sayang sama Mark. Lika-liku kehidupan Jira bersama teman oroknya, Mark. ⚠️ please do not c...
