3.4 untitled

2.2K 209 16
                                        

"Hari ini lo gak usah ikut les, di sini aja temenin gue"

Jira langsung menepis tangan Mark dari Yeri. "Mark apaan sih!?" Ucapnya kesal.

Dengan cepat Jeno menarik tangan Yeri untuk pergi dari situ.

"We need to talk"

"Nothing to talk about" Saut Mark masih dengan wajah datarnya.

"Jangan childish, tiba-tiba marah tanpa bilang aku salah apa" Ucap Jira sambil kembali duduk di samping Mark.

Mark menatapnya. "Kenapa boong sama aku?"

Dahi Jira berkerut bingung.

Kemudian Mark menunjukkan layar hp-nya, lebih tepatnya menunjukkan screenshot lokasi Jira semalam yang sedang berada di Mcd hanya bersama Jeno di aplikasi Zenly.

Jira menghembuskan nafas panjang. Tahu begini ia akan jujur pada Mark semalam.

"Maaf.. tapi boleh aku jelasin dulu?" Ucapnya yang diangguki Mark. Kemudian Jira menjelaskan semuanya.

"Emangnya Jeno bilang apa?" Tanya Mark.

Jira menatapnya. "Jangan marah sama Jeno tapi ya?" Mark mengangguk.

"Jeno... suka sama aku"

"Oh gitu" Jawab Mark singkat.

"Ihh jangan marah sama Jeno, sayaang"

"Marah sama kamu boleh berarti?"

"Jangan jugaa"

Mark tertawa, lalu merangkul Jira supaya lebih dekat. "Nggak kok"

Jira mendongak. "Kamu kenapa pulang duluan?"

"Kangen kan sama kamu"

"Serius"

"I have something to tell you"

"About?"

Untuk beberapa detik Mark terdiam, seperti ragu untuk membicarakannya. "Aku disuruh lanjut kuliah di sana"

Deg

"Loh ya bagus, dong? Dari dulu kamu emang pengen kuliah di luar kan?" Ucap Jira bersemangat.

Sebenarnya Jira sedih mendengarnya. Ia tidak ingin berjauhan dengan Mark untuk waktu yang lama, ia tak bisa. Bagaimana jika Mark menemukan yang jauh lebih sempurna darinya? Bagaimana jika salah satu dari mereka bosan dan tak bisa menjalaninya? Mana hubungan mereka juga tidak jelas.

Tapi ia tak ingin menjadi penghalang untuk Mark. Ia akan sangat senang jika Mark melanjutkan pendidikannya di luar negeri, karena itu adalah salah satu impian Mark dari dulu.

"Itu mah dulu, by. Sekarang mah aku udah gak mau, gak mau ldr-an sama kamu lebih tepatnya"

"Hilih bicit"

"Ih bahasanya!"

Ctak!

"Sakit!" Pekik Jira lalu membalasnya.

Ctak!

"Apaan sih, sakit tau!" Pekik Mark lalu membalasnya juga dengan mencubit lengan Jira keras.

you, you, you ; markleeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang