“Hei! HEI!! HEIIIIII NINDA!” Teriak Kak Dery mengagetkan aku dari lamunanku
“Eh iya kak Dery, bikin kaget aja kamu kak.” Jawabku.
“Hayooo kamu ngelamunin apa? Hayoo ngelamunin cowo ya? Alahh lagu lama kamu Ninda Nindaaa..” Jawabnya
“Apa sih kak Dery ini sok tahu deh. Aku lagi kepikiran mimpi ka.” Tegasku sembari mengambil makanan yang dibelikan kak Dery.
“Emang mimpi apa kamu?” Tanyanya penasaran.
“Critanya panjang kak, begini ceritanya. Aku melihat sesuatu yang selama ini kuinginkan, aku melihat mobil yang selama ini kuidam-idamkan kehadirannya. Aku sangat bahagia walau hanya dalam mimpi. Lalu tiba-tiba ayahku mengambil kunci mobil dan berkata
“Ninda, kamu sudah besar, sudah dewasa. Oleh karenanya ayah sudah tidak lagi bisa mengantarmu pergi kemana-mana, karena pertama ayah juga sibuk, yang kedua ayah dan ibumu telah mempercayaimu sebagai wanita yang dewasa, sudah sepatutnya kamu mampu untuk mengambil keputusanmu sendiri. Bukan hanya itu, pertanggung jawabkan atas semua yang telah kamu pilih, ayah sudah tua, umur ayah sudah senja. Mobil ini hanya sebuah pemberian kecil dari ayah, maaf ayah belum bisa memberimu yang lebih lagi, karena waktu ayah sudah senja. Sebentar lagi matahari terbenam, pergilah ketempat yang kamu suka, namun berhati-hatilah. Hujan yang lebat tidak menunggu mendung untuk ia menurunkan airnya.” Kata ayahku panjang.
Lalu setelah memberi kunci, dan aku masuk mobil kulihat ayah sudah tidak ada. Kucari kemanapun juga tidak ada, hingga aku tersandung dan kemudian terbangun. Begitu Kak Dery ceritanya.” Jawabku menjelaskan.
-------------------
Mohon dimaafkan ya para pembaca, dikarenakan author sedang sibuk maka hanya ini yang bisa di upload. terima kasih telah membaca..jangan lupa like nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Bilur Candaku
Romancekau pergi tanpa tujuan. kau pergi tanpa mengetahui tempat sampai. kau pergi layaknya daun terombang angin jatuh di aliran air yang menghanyutkan. kisah cinta basi, kata rindu yang sudah sulit kupercayai. bilur indraku. tak lagi percaya kata cinta pe...
