permintaan sang mertua

3.3K 100 6
                                    

POV ADHIBA

Hujan turun membasahi kota kembang hari ini,walau hanya rintik-rintik tapi cukup membuat jalan-jalan lucin....

Hawa dingin menjalar keseluruh permukaan kulit ku,ku lirik mas arya di sebelah ku dia tidur nyenyak karna semalam dia tedur cupkup malam...

Entah apa yang dia pikirkan hingga membuatnya susah tidur,mungkin peketjaan yang sangat banyak membuatnya pusing dan susah tidur..

Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan mengambil air wudhu,karna untuk mandi pagi aku rasa sangat dingiin,....

Sesuda aku menunaikan kewajibanku saat nya membuat sarapan untuk mas arya,hanya masakan sederhana nasi goreng special ..

Waktu sudah menunjukan hampir jam 7 waktunya membangunkan bayi besarku

"Mas bangun ,udah mau jam 7 loh ayo" aku bangunkan sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya (bukan goyang itik yah 😁😁)
arya pun terbangun dan mengucek-ngucek matanya " iya sayang ini mas bangun" jawab mas arya masih dengan muka bantalnya (gak sekalian aja muka tembok😉#author)

"Ayo cepetan mandi itu udah aku masakin nasi goreng kesukaan kamu loh" goda ku
Mas arya langsung bangun dan berjalan kekamar mandi ,dan aku menyiapkan baju kantornya

Di saat aku sedang menunggu mas arya beres mandi hp ku berdering
Kringg... kringg (anggap aja sura hp yah)
Saat ku lihat siapa yang menelpon dan ternyata ibunya mas arya,tumben nelpon biasanya kalau ada sesuatu suka langsung ke mas arya,ya kalian pasti ngertilah ibu mertuaku tidak menyukaiku di tambah aku belum bisa memberikan cucu yang sangat beliau nanti kan...

Aku geser tombol warna hijau "asalamualaikum mah" salamku "waalaikum salam kamu itu kemana aja sih mamah telpon dari tadi baru kamu angkat dasar menantu tidak tau sopan santun" kata-kata mamah sungguh sangat melukaiku walaupun sudah sering aku mendengarnya tapi masih sakit saja bila beliau kembali memarahiku..
.

"Maaf mah tadi dhiba lagi beres-beres dulu" bela ku
"Alah kamu cuman alasan aja,nanti siang kamu kerumah mamah ada yang mau mamah bicarakan sama kamu" titah mamah sambil langsung menutup telpon tampa memberi kesempatan aku untuk menjawab...

Perasaanku mendadak tidak enak ada apa gerangan sehingga mamah memintaku kerumahnya padahal biasanya beliau tidak mau aku datang kerumahnya paling kalau ada acara keluarga baru aku di perbolehkan datang kerumahnya...

Dibha pov and

Di saat dhiba sedang asik dengan pikirannya ,arya datang kemeja makan "hey sayang apa yang sedang kamu pikirkan" tanya arya,"emm tidak mas tidak ada,ayo kita sarapan" jawab dibha mengalihkan pembicaraan

Sesudah mereka sarapan arya berangkat kekantor,dan dibha beres" rumah dan kegiatan lainnya ,sesudah semua beres dia siap" untuk kerumah mertuanya....

Dia memesan taksi untuk menuju rumah mertuanya ,setelah menempuh perjalanan yang cukup padat,setelah sampai dia membayar taksi  dan turun dari taksi

Tok...tok..
"Asalamualaikum" salam dhiba,tidak ada yang membuka juga dengan ragu dhiba membuka pintu
Dan saat dhiba masuk kedalam dia merasa aneh ada perempuan cantik di ruang tamu sedang bercengkrama dengan ibu mertuanya

Dhiba berjalan menuju ibu mertuanya "mamah gimna kabarnya sehat" tanya dhiba sambil mencium tangan ibu mertuanya

"Kamu itu gak sopannyah main nyelonong masuk  aja gak punya tatakrama" kata mamah
"Maaf mah tadi dhiba udah ucap salam tapi tidak ada jawaban juga" bela dhiba

" alasan aja kamu karna kamu sudah di sini, kenal jan dia adalah sekar" tambah ibu ,perempuan yang di sebelah manah menyodorkan tangan nya dan akupun menyambutnya "sekar" kenalnya "adhiba" jawabku

"Dia adalah calon istri arya,mau tidak mau kamu harus menerima dia,dan kamu tolong bujuk arya untuk mau menikah dengan sekar" kata mamah

Di antara ribuan cacian dan makian yang selalu beliau  ucapkan padaku ,kata-kata ini yang sangat melukai hatiku ,bisa kalian bayangkan kalian di minta untuk membujuk suamimu sendiri untuk berpoligami ,sebegitu benci dan tidak sukanyakah mamah sehingga beliau ingin membuatku terus terluka...

" tapi kenapa mah ,aku istrinya mas arya " sela ku
Dengan mata yang berkaca-kaca sakit-sangat sangat sakit dan terasa sesak hati ini

" kamu masih tanya kenapa ?kamu itu istri tidak berguna dan mandul " cela mamah
"Aku tidak mandul mah"bela ku
"Sudah sekarang kamu pergi dari rumah mamah
Dan ingat nanti kamu bujuk arya" perintah manah

Aku pun pergi dari rumah mamah dengan air mata yang tak henti mengalir dari kelopak mataku, kenapa ya Allah mamah begitu jahat padaku apa salahku,drngan hati sesak dan moodku hancur seketika aku berjalan keluar dari halam rumah mamah,aku berjalan kedepan san memesan taksi online untuk pulang kerumah

Haruskah aku bujuk suamiku menikah lagi???

JANGAN LUPA YAH VOTE YA....

Hati Yang TerbagiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang