keputusan yang berat

3.1K 71 1
                                    

Dhiba pov

Waktu sudah menunjukna pukul 7 malam dan adhiba tengah menyiapkan makan malam untuk menyambut kepulangan suaminya

Di saat dhiba tengah membereskan dapur ada ketukan pintu

Tok...tok...
"Asalamualaikum "

"Pasti itu mas arya" guman dhiba

Dhiba pun berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu
"Waalaikum salam mas" jawab ku
Aku mencium tangannya dan mengambil tas dan jas nya mas arya ,kami berjalan ber iringan

" mas mau mandi atau makan dulu" tanyaku
"Emmm mas mau mandi aja dulu dhib ,gak kuat gerah" jawab mas arya

"Ouh ya udah tadi air panasnya udah dhiba siapin,dan pakaiannya juga udah dhiba taruh di atas kasur ,dhiba tunggu mas di meja makan yah mas" tutur ku

"Iya sayang" jawab mas arya
 
DHIBA POV AND

Dhiba termenung di meja makan ,
"Apa keputusan yang ku ambil ini benar,benar kata mamah aku harus ikhlas demi kebahagian mas arya walaupun hati ini masih tak rela tapi aku harus mencoba ikhlas" ujar dhiba

Dhiba masih bergelut dalam pikirannya ia tak menyadari  bahwa atya sudah ada di meja makan

" hey dhiba sayang kamu kenapa" tanya arya
Dan seketika dhiba pun sadar dari alam pikirannya

" eh enggak mas" jawab dhiba "mas mau makan pakai lauk apa" tutur dhiba

Dan mereka pun selesai makan dan bersiap untuk tidur

" mas  ada yang mau dhiba dhiba bicarakan sama mas" tanya dhiba

" ouh iya boleh sayang ,apa"? Jawab arya

" mas tadi  selepas sarapan dhiba di telpon sama mamah di suruh kerumahnya mamah" tutur dhibha

Perasaan arya sudah tidak enak ia takut mamahnya

membicarakan perihal pernikahannya lagi

Jika sampai itu terjadi dia tak bisa  membatayangkan betapa  sakitnya hati dhibha

"Lalu a... ap...apa yang mamah bicarakan" tanya arya gugup

" mamah mengenalkan dhiba sama seorang perempuan cantik yang bernama sekar,dia sangat cantik dan terlihat baik da.... dan " dhiba tak sanggup membicarakannya dan dia pun menangis
" dan mamah berencana akan menikahkan mas dengan sekar " tutur dhiba dengan berurai air mata

Arya pun memeluk istrinya hatinya teramat sakit melihat wanita yang di cintainya nenangis

" kamu jangan dengarkan omongan mamah yah" tutur arya

" tak apa mas insyaallah dhiba ikhlas mas menikah lagi dengannya,agar mas cepat bisa mempunyai keturuna  kasian mamah ia ingin cepat-cepat punya cucu " jawab dhiba

"Tapi kamu janji sayang jangan pernah tinggalkan mas yah " tutur arya

" dhiba janji mas dhiba tidak akan pernah meninggalkan mas ,tapi jika mas yang menyuruh dhiba pergi di saat itu juga dhiba akan pergi" jawab dhiba

Tak lama mereka pun tertidur,tapi tidak dengan dhiba

Ia memandangi wajah suaminya " bagiku kebahagiaan mu lah yang terpenting mas karna berkat kamu aku bisa merasakan  mempunyai orang tua walaupun mereka tak menyukaiku
Dhibha sayang mas arya" ujar dhiba sambil mengecup kening suaminya

Dan dia pun ikut terlelap menyusul suaminya ke alam mimpi

Hati Yang TerbagiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang