~MEET LIMARIO MANOBAN~
Seorang pria tampan, baik, lembut, perhatian dan sederhana. Orang tua Lim membuka usaha toko roti, dan Lim juga membantu kedua orang tuanya tersebut.
~MEET JENNIE KIM~
Jennie merupakan anak tunggal dari pasangan Kim Nam Gil d...
Hari sudah malam dan jam juga sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi seorang lelaki tampan masih saja berjalan melintasi jalanan yang sudah sepi itu sembari menenteng sebuah kantong berwarna putih yang menjadi bukti dari mana saja pria tersebut.
"Kalau saja seandainya aku tidak kalah bermain catur dengan appa, aku tidak mungkin pergi ke minimarket untuk membeli bahan-bahan pembuat roti ini." Gerutunya sambil jalan dan sesekali kakinya menendang kerikil-kerikil kecil dihadapannya.
"APA SALAHKU?! AKU HANYA TIDAK SUKA DIA BERADA DI DEKATMU!!" Suara teriakan seorang wanita membuat pria yang menenteng kantong putih tersebut terkejut seketika. Mata pria itu mengarah ke sebuah gang.
"SUDAHLAH! AKU MUAK DENGANMU!! KAU TERLALU CEMBURUAN DAN AKU TIDAK SUKA! KAU JUGA SELALU MENGEKANGKU, TAK BOLEH INI, TAK BOLEH ITU! KAU PIKIR AKU BISA TAHAN DENGAN SIKAPMU INI?!" Balas seorang pria yang mungkin adalah kekasih wanita yang membantak tadi.
"AKU SEPERTI INI KARENA AKU SAYANG DENGANMU KIM TAEHYUNG!!" Balas wanita tersebut membentak. Bahkan dari suaranya saja, siapapun bakal tahu bahwa wanita itu sudah menangis.
"KU BILANG CUKUP!! AKU MUAK DENGAN SIKAPMU JENNIE!! KITA CUKUP SAMPAI DISINI SAJA, KITA PUTUS!!!" Pekik pria tersebut. Tak lama kemudian, terdengar suara mobil berjalan. Mungkin pria bernama Kim Taehyung tersebut meninggalkan kekasih- ralat, mantan kekasihnya yang bersama Jennie.
Niat hati yang ingin langsung pulang tanpa memerdulikan pertengkaran tersebut malah hilang begitu saja, saat mendengar wanita bernama Jennie tersebut menangis.
Pria dengan kantong minimarket tersebut sedikit mengintip kearah gang tersebut dan dilihatnya Jennie menangis sembari mengacak rambutnya frustasi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jennie mencabut paksa kalung dengan liontin berbentuk love tersebut dengan kasar dan membuangnya kesembarang arah. Mungkin itu pemberian mantan kekasihnya tadi. Jika bukan, lantas kenapa dibuang?
Jennie duduk diatas sebuah drum yang sudah karatan dan menundukkan kepalanya. Bisa dilihat bahwa dirinya masih menangis sesegukkan, terbukti dari kedua bahunya yang naik-turun.
Merasa kasihan, pria dengan kantong minimarket tersebut berjalan menuju Jennie. "Jennie-ssi??" Panggilnya.
Merasa namanya dipanggil, Jennie mendongkakkan kepalanya menatap seorang pria tampan dihadapannya. "Am I know you?" Tanya Jennie.
"Eumm...I'm sorry. I overhead your argument with that guy, and he called you Jennie. So...yeah, that's why I know your name." Jawab pria tersebut.