Takdir dan Kita

39 1 0
                                    

Terkadang seseorang hanya ditakdirkan untuk bertemu, dan tidak bersatu.
Terkadang seseorang ditakdirkan untuk menyatu dan menetap.
Semua itu sudah ditakdirkan semesta.

Terkadang pula kita,
Hanya ditakdirkan untuk mengukir cerita.
Tanpa mengukur sebuah waktu,
Bahwa kita hanya saling bertemu dan berpisah setelah kenangan terlahir.

Kita memang kita,
Kamu dan aku bukan orang yang sama.
Berselisih paham sudah biasa kita lewati.
Tapi kamu tetap ingin disini bersamaku.
Sampai pada akhirnya kita tak lagi bersatu.
Berpisah,
Berucap selamat tinggal,
Dan saling melupakan.

Menyakitkan.
Tapi kembali lagi pada takdir.
Bahwa sesuatu hanya terukir dan terkenang.
Tanpa dikekang atau terkekang.
Kita hanya mampu mengukir cerita tanpa membalas sebuah rasa yang kita ukir bersama-sama.

Kamu berhak bahagia,
Meski tidak bersamaku.
Aku pun juga sama.
Kita pasti akan bahagia dengan jalan kita masing-masing.

Aku harap kamu tetap baik dan bahagia bersama pilihan hidupmu:)

Bila kau ingin kembali.
Aku tidak bisa menerimamu kembali.
Kamu hanya cerita, kisah kita yang lalu hanya kenangan. Yang pasti lambat laun akan terusir oleh waktu yang terus berotasi.

Jakarta, 15 Januari 2020


Kata Dari Jiwa - Myself NotesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang