Aku tidak pernah meminta untuk kamu tetap ada disini. Bersamaku. Sebab bersama atau tidak bersamaku, hatimu tetap bukan di aku kan? Lalu untuk apa cerita ini dilanjutkan. Untuk apa cerita yang lalu sudah padam lalu kamu hidupkan kembali?
Bukankah buku yang lama rusak tak perlu dibuka lagi? Cukup dijadikan pajangan saja?
Dulu kamu bilang, kita teman. Lalu kamu mendekatiku selayaknya kita lebih dari teman. Sampai aku pun tidak tau kita ini apa? Kita ini bagaimana? Apa yang harus dicanangkan pada status kita?
Banyak kalimat tanya yang terbaca membosankan. Sudah terlalu banyak argumentasi yang tak memiliki jawaban dan isinya. Membuat kalimat tanya itu selalu ada.
Sekarang aku bingung bagaimana menghadapi semua sikap membingungkanmu itu. Kamu terlalu sulit untuk aku yang tidak suka kata sulit. Kamu terlalu main-main untuk aku yang serius.
Kita ini apa?
Kita ini bagaimana?Benar memang. Buku lama yang telah rusak dan usang tak perlu dibuka/diambil. Meskipun buku itu meminta untuk dibuka dan dilihat lagi dan dibenarkan lagi, padahal masih ada buku lain yang pas, dan bukan buku lama itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Dari Jiwa - Myself Notes
RandomKata yang tidak sempat terucapkan untuk mereka. terima kasih sudah membaca. terima kasih telah menjadi inspirasi dan kekuatan saya untuk terus menulis. Berisi kalimat random. 🌼 23 Oktober 2018 🌼