Part 27

6K 220 37
                                        

Happy Reading!!

Kelima wanita cantik yang sedang berjalan-jalan itu sedang sibuk di salah satu mall terbesar di tokyo,tepatnya di toko perlengkapan bayi.

Mereka sibuk memilih baju-baju dan perlengkapan yang di butuhkan calon keponakan mereka,karena salah satu sahabat mereka yang berambut pirang keemasan sedang hamil 9 bulan dan di perkirakan seminggu lagi keponakan mereka akan lahir.

"Kalian sudah dong,kaki ku pegel nih."mendengar rengekan itu keempatnya mulai berhenti memilih-milih pakaian-pakaian imut di toko tersebut.

"Lebih baik kita makan di cafe dekat sini saja gimana?"usul Sakura yang langsung di angguki oleh keempatnya,segera saja setelah membayar seluruh belanjaan mereka keempatnya berjalan menuju mobil dan melaju menuju cafe Sunshine untuk mengisi perut kelimanya.

Temari yang bertugas mengendarai segera memakirkan mobil mereka ke parkiran cafe tempat mereka akan makan.

"Ayo."

Kelimanya turun dari mobil,Ino membantu Naruto turun dengan hati-hati karena perut besarnya itu membuat pandangan Naruto sedikit terhalangi. Memasuki cafe Tenten segera memesan tempat duduk VIP agar hanya kelimanya saja yang ada,memasuki ruangan VIP Ino mendudukkan Naruto di kursi panjang mirip sofa itu dengan perlahan.

"Hah! Akhirnya aku bisa meluruskan kakiku."guman Naruto,tangannya memijat kedua kakinya yang terasa pegal karena sedari tadi ia dan para sahabatnya berjalan keliling mall tanpa henti.

"Kau baik-baik saja Naru? Apa sebaiknya kita pulang saja??"ucap Tenten dengan nada khawatir ia dan Ino membantu Naruto memijat kakinya yang terlihat agak bengkak itu.

"Tidak usah,kita makan dulu Naru baik-baik saja kok. Sudah-sudah,nah makanannya sudah datang."mereka pun menghentikan obrolan mereka lalu mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan.

"Eum minna aku ke toilet dulu ya."ucap Naruto setelah ia menyelesaikan makannya.

"Ingin ku temani??"ujar Ino,entah kenapa firasatnya tidak enak.

Naruto menggeleng menolak. "Ie aku bisa sendiri kok Ino,kalian tunggu disini ok?"

"Tapi kami takut terjadi sesuatu denganmu Naru."ucap Tenten dengan nafa khawatir.

"Naru akan baik-baik saja,nih Naru akan bawa ponsel jadi kalau ada apa-apa Naru akan hubungi kalian oke??"sambil menunjukkan ponselnya,Naruto mencoba menyakinkan para sahabat-sahabatnya yang akhirnya di angguki pasrah oleh keempatnya.

Naruto pun beranjalan dengan perlahan menuju toilet,tanpa disadari ada seseorang yang menatapnya tajam lalu menyeringai sadis.

"Aku akan melenyapkanmu dasar pengganggu!!"

Setelah selesai dengan urusannya Naruto pun keluar dari bilik toilet,tanpa ia sadari terdapat cairan sabun lantai di atas keramik toilet. Saat akan melewatinya ia tergelincir yang langsung membuatnya jatuh dengan bunyi bedebum yang cukup nyaring.

"Akhhhh s..sakitt."Naruto meringis saat merasakan sakit luar biasa pada perut bawahnya,tak lama dapat ia lihat cairan berwarna kekuningan bercampur darah keluar dari selangkangannya.

Naruto panik bukan kepalang,ia segera merogoh ponselnya dan langsung menghubungi Ino di tengah rasa sakitnta itu.

"I..inoo akhh."

'Naru? Kau kenapa?? Hey!"

"In..nooo.. Sakit... To..toi...let."

'Naru! Naru—'

Life-Style Naruto || DISCONTINUED!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang