Rahasia

313 33 0
                                        


KRYSTAL POV

Aku menatap diriku di cermin yang telah memakai gaun pengantin warna putih, warna kesukaannya. Aku menarik sedikit sudut bibirku saat melihat wajahku bersemu merah bukan karena blush on.

Aku terus menatap wajahku di cermin, aku tersenyum malu. Entah mengapa aku sangat terkejut saat menatap wajahku yang sudah dihias sedemikian rupa.

Aku tutup setengah wajahku menggunakan telapak tanganku.

Aku bahagia!

Bahkan sangat bahagia!

Setelah sekian lama menanti, akhirnya aku dan Kai akan bersatu dengan sebuah ikatan pernikahan.

Sebuah pernikahan yang sangat aku nanti dari dulu!

Dapat aku rasakan degup jantungku yang berirama tak seperti biasanya. Aku berusaha mengendalikan diriku, aku menarik nafas dalam dan memejamkan mataku.

Namun degup jantungku semakin memompa sangat cepat saat terdengar sayup-sayup suara musik yang mengalun menyambut kedatangan mempelai pria.

Yak!

Kai, dia akan segera tiba disini.

Aku tutup wajahku dengan veil yang berwarna senada seperti gaunku. Aku masih mengembangkan senyumku.

Aku bahagia!

Sangat bahagia!

***

KAI POV

Entah ini perasaan bahagia atau apa?

Aku telah tiba di depan gereja untuk upacara pernikahanku dengan Krystal. Kakiku melangkah masuk ke dalam gereja.

Bola mataku berputar menatap setiap sudut tamu yang melirik kepadaku. Entah kenapa aku merasa malu hingga menundukkan kepalaku. Aku terus berjalan menuju altar.

Aku merasa sedikit gugup saat harus berdiri di altar dan seluruh tamu yang berada disana menatap ke arahku.

Aku malu!

Sangat malu!

Aku gugup, berkali-kali aku menelan air liurku sendiri.

Bola mataku tak berhenti menatap jam dinding di sudut ruangan itu.

"Hei. Sabar Kai. Jangan terus menerus melihat jam dinding itu, sebentar lagi calon istrimu akan datang" teriak ayahku.

Aku hanya menundukkan kepalaku dan bergumam dalam hati. Perkataan ayahku tadi benar-benar membuatku sangat malu.

Menyebalkan!

Keringat dingin mengalir dari dahiku dan terjatuh di leher jenjangku, entah mengapa aku merasakan panas. Tak ada hawa sejuk, aku terus menatap ibuku untuk memberikan kode. Tapi sial, ibuku sama sekali tak mengerti.

Aku memutar bola mataku dengan malas, tatapanku terpaku pada Krystal yang sedang berjalan ditemani oleh ayahnya.

Aku menatap tanpa berkedip, meskipun wajah cantik itu dia tutupi veil aku dapat melihat jelas wajah cantiknya.

Jantungku semakin berdegup kencang dan nafasku berhembus tak beraturan.

"Ayo Krys"

Krystal mengangguk, gadis itu kini berada di sampingku. Dia berdiri di dekatku, aku merasakan lengannya yang bersentuhan denganku.

Aku berusaha untuk mengendalikan diriku. Pak pendeta mulai membacakan janji suci pernikahan, aku dan Krystal mengikutinya bersama.

***

GIRLFRIEND EX BOYFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang