24. Soman Jordhan & Jay Delean

58 2 0
                                        

"Hooooaammm". Garuk garuk

"Baru bangun dari impi?".- Jay

Ngucek mata. "Oh.. Jay.. hmm.."

"Jangan lemas begitu" melemparkan batu kecil ke arah kepala Soman

"Aw- sakit sakit, kau ini tidak kira kira".-smn

"Kau ini,bagaimana kita akan membuat banyak kerajaan besar, jika  kau sendiri masih bermalas malasan".-Jay

"Bukannya malas, kau tau? Dengan aku tertidur, maka aku berfikir".-smn

"Sejak kapan kau bisa berfikir?".-Jay

"Tentu saja bisa!, kau tau apa yang aku impikan??".-smn

"Tidak, dan kurasa tidak peduli dan tidak bergu-".-Jay

"Nah dimimpiku itu, aku akan membangun banyak sekali kerajaan-..

"Sumpah gak nanya".-Jay

"Lalu kerajaan kerajaan itu besar sekali, dan aku adalah kerajaan yang paling besar, dan kerajaanmu juga sama besarnya, jika begitu, aku akan membuat sekolah akademi agar banyak pasukan dan warga yang bisa bela diri, dan.. dan dan.. ya! Aku akan melindungi adikku!".-smn

"Ya! Aku juga akan melindungi adikku".-Jay

"Tapi aku ingin kau dan aku berada di 1 kerajaan yang sama, kita akan menjadi kerajaan yang paling kuat!!".-smn

"Baiklah, siapa yang akan jadi rajanya?".-Jay

"Kurasa...aku".-Smn

"Sepertinya aku".-Jay

"Baiklah,siapa yg bisa berlari dan mencapai tebing itu duluan, maka dialah yang akan jadi Raja!".-smn

"Sungguh tidak masuk akal".-Jay

"Kau tau?Jadi Raja itu harus kuat!!".-smn

"Cerdas, bijaksana dan adil, kau tau? Orang yang kuat sekali pun, bisa kalah dengan orang yang lemah".-Jay

"Mengapa begitu?".-smn

"Hal mudah, orang yang banyak berbicara omong kosong dan hanya bisa mencaci orang, cenderung akan kalah dengan orang yang diam dan tidak berkata apapun".-Jay

"Harusnya dia melawan! bukan diam".-smn

"Itu hal bodoh,diam bukan berarti takut!, diam adalah cara yang tepat untuk kita berfikir dan mundur untuk melangkah, dan mencari kelemahan lawan, kau paham?".-Jay

"Jadi maksudmu, tidak ceroboh?".-smn

"Ya..bisa jadi si, kau tau terkadang orang yang banyak bicara dan mengeluh,otak dan akalnya hanya sebesar upilmu saja".-Jay

"Penghinaan sekali kau".-smn sambil memegangi hidungnya

"Ahaha, memang begitu faktanya".-Jay

"Baiklah baiklah, tapi tetap aku rajanya!".-smn

"Terserah kau".-Jay

"Ah sudah jangan marah,kita adalah teman tapi rival!".-smn

"Terserah padamu".-Jay

"-_-... kurasa ini sudah sore, sebaiknya kita pulang".-smn

"Ayo".-Jay

Melakukan sebuah teleportasi.

                             ♧•♧

"Aku pulang".-Smn

"Kakak".-Lhn

"Oh, hallo Luhan".-Smn

"Kau di cari oleh Ayah".-Lhn

Memasuki ruangan keluarga Jordhan.

Memasuki ruangan keluarga Jordhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayah memanggilku?".-Smn

"Ya.".-jrdhn

"Ada apa ayah?"-smn

"Kau berteman dengan anak Delean itu kan?".-jrdhn

"Ma-maksud ayah,Jay?".-smn

"Iya, ayah ingin kau menemuinya, dan membunuhnya".-jrdhn

"Mengapa!? Dan dari mana ayah tau aku berteman dengan Jay!?".-smn

"Ayah menyuruh Luhan".-jrdhn

Soman langsung menengok ke arah sang Adik.

"Aku memiliki kecerdasan dan pemata mata yang baik".-Lhn

"Tidak! Aku tidak akan melakukannya! Suatu saat nanti! Akan kubuat perdamaian diantara kerajaan Es dan Api!".-Smn

"Soman! Kau harus ingat siapa yang membunuh ke 3 adikmu!".-jrdhn

Soman mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan ruangan ayahnya itu, lalu dia pergi ke tebing dan rebahan disana, air matanya menetes, ia memikirkan sahabatnya, keluarganya, dan perdamaian di dunia ini.

KEESOKKAN HARINYA

Pagi begitu cerah, dengan suara suara burung yang turut menghiasi pagi hari yang indah ini.

"Tangkap pelepah pisang ini!".-Jay

Soman pun menangkapnya

"Tangkapan yang bagus".-Jay

"Soman, baiklah, giliranku!".-Smn

Soman pun melemparkan pelepah pisang yang ada di tangannya.

"Ah, sepertinya hari ini aku tak bisa bermain, aku harus melatih Jackson".- Jay

"Aku juga, harus membantu ayah, kalau begitu, sampai nanti".-Smn

Mereka pun meninggalkan perbatasan hutan itu akan tetapi, ada anak panah yang hendak menyerang Soman, tapi sang ayah Jordhan menangkisnya.

"Wah ternyata kita punya rencana yang sama".-Jrdhn

"Ah,menyebalkan sekali".-Dln

Soman dan Jay pun berlari dan posisi siap untuk menyerang.

"Siapa pun orangnya tak akan kubiarkan dia sampai menyakiti adikku".-Jay

"Ya! Aku juga!".-Smn















Bersambung...

The Kingdom Of A FireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang