Kehilangan Pertama

92 15 1
                                        

"mau tidak mau kehilangan menuntut kita untuk mengikhlaskan"
                          SngPemimpi23

~~~~~~~~~~

Setelah 20 menit,Afkar dan Syifa pun sampai di rumah sakit tempat ayahnya dirawat.Syifa langsung berlari mencari keberadaan ayah tercintanya itu.dan tepan diujung sebuah lorong syifa melihat mama nya yang tengah terduduk di kursi tunggu.syifa pun menghambur ke pelukan sang mama sambir terisak pelan.

"Dimana ayah ma?"ucapnya ditengah tangisnya.

"Ayah lagi ditangani sama dokter sayang"mama wulan mencoba menahan tangisnya agar putrinya tidak semakin sedih.

"Sudah jangan menangis,ayah akan baik baik saja,insyaallah.perbanyak doa kepada Allah,bukan perbanyak menangis.". Benar kata mamanya ia harus perbanyak doa bukan malah menangis.akhirnya tangis syifa pun mereda.mulutnya komat kamit berdoa kepada Allah agar ayahnya baik baik saja.

"Assalamualaikum tante,gimana keadaan om"tanya afkar yg tiba tiba muncul.

"Waalaikum salam nak,tante belum tau nak,dari tadi dokter masih belum keluar"balas mama nya syifa dengan lembut.

Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan tempat ayah syifa berada.syifa serta mama nya pun reflex berdiri dan menghampiri dokter.

"Bagaimana keadaan suami saya dok"mama syifa mengawali pembicaraan.

"Begini bu,sebenarnya kondisi bapak firman sudah sangat buruk,kami tidak bisa melakukan apapun karena akan sangat beresiko bu,penyakit bapak firman sudah komplikasi,organ dalamnya termasuk ginjal dan hatinya rusak bu,jadi kita hanya bisa pasrah pada Allah,karena hanya Allah lah yang mampu menyembuhkan pak firman,saya selaku dokter hanya bisa melakukan yang terbaik untuk pasien kami,sisanya Allah lah yang mengatur.maaf saya permisi bu,kalian boleh menemui pasien"

Mendengar itu mama syifa langsung berlari masuk menemui suaminya yang terbaring lemah.sementara syifa terdiam mematung ditempatnya.

Tatapan mata syifa kosong,dia hanya mengeluarkan air mata tanpa suara.dari belakang afkar melihat bahu syifa yang bergetar.afkar mendekatinya dan mendekapnya erat.
'maafkan afkar ya Allah,sudah menyentuh yang bukan mahram afkar,tapi dia sangat butuh,leaku butuh dada untuk bersandar' ucap afkar dalam hati sambil memejamkan matanya.

Syifa yang sadar tengah didekap oleh afkar pun mempererat dekapannya,dia tau ini dosa tapi untuk sekali ini saja syifa butuh itu.

"Lea,aku yakin keajaiban Allah itu ada"

Lea hanya membalasnya dengan isakannya.lalu tiba tiba afkar melepas pelukannya.

"Ayo kita temui ayahmu"dan hanya dibalas anggukan kecil oleh syifa.mereka pun memasuki kamar ayahnya.

Afkar duduk disebelah tante wulan sementara syifa berada di sisi lain ayahnya.

"Ayah belum bangun ma?"kali ini syifa yang bersuara menahan air matanya.

"Belum sayang"jawab mama yang juga menahan air matanya.

"Ayah bangun,syifa ada disini yah"serunya pada ayahnya yg jelas sedang terlelap itu.

Perlahan kelopak mata sang ayah pun terbuka,dan bibirnya pun terangkat menyunggingkan senyum manisnya.

"Ayah sudah bangun,apa ayah merasa kesakitan?"tanya syifa dengan senyumnya yang tak kalah manis.

"Tidak sayang,ayah tidak merasa kesakitan"

"Apa perlu aku panggilkan dokter mas?"tanya sang istri.

Dari Aku,Untukmu.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang