CHAPTER - 01

90 3 0
                                        

Happy reading . . .

                                   •
                                   •
                                   •






Pagi pagi sekali anna sudah berada di kantornya di karnakan pagi ini bosnya itu memiliki jadwal rapat.
Anna menyiapkan berkas berkas penting untuk rapat pagi ini

"huh padahal gue cape banget kenapa coba harus ada rapat pagi ini" dumel anna

"oh jadi kamu sudah lelah untuk bekerja" sahut seseorang di belakang anna

Anna menegang. Dia sangat mengenali suara itu ya siapa lagi kalau bukan si bos menyebalkannya itu "mampus deh gue"

Anna berbalik "ehh bapak tumben banget udah dateng padahal masih jam 6 pagi loh pak"

Dom berdecak dan berlalu sebelum pergi dia mengatakan untuk dibuatkan kopi
Anna menggangguk dan segera membuatkan kopi untuk bos nya

• • •

Didalam ruangannya dom memijat pelipisnya ia lelah pikirannya terbang entah kemana

Dibukanya sebuah laci didepannya dia memandangi sebuah foto gadis cantik yang tersenyum sambil memeluknya.

Ya gadis itu kekasihnya orang yang ia cintai orang yang selalu ia rindukan  tiga tahun belakangan ini

Gadisnya menghilang entah kemana bagaikan di telan bumi

Dom sudah mencarinya bahkan sampai hari ini tetapi tetap saja ia tak berhasil menemukannya

Tok tok tok . . .

Ketukan pintu itu menyadarkan dom "masuk" ucapnya

"permisi pak ini kopinya" anna meletakan kopi itu di meja dan membacakan jadwal dom hari ini

Selesai dom menegak kopinya mereka segera pergi menghadiri rapat pagi itu

•  •  •

Dua jam berlalu akhirnya rapat itu selesai

Anna segera membereskan berkas berkasnya dan ingin segera kembali keruangannya karna ia benar benar sangat lelah dan membutuhkan sedikit istirahat

Duduk di ruangannya sambil memimun teh cukup nyaman pikirnya dan khayalan gadis itu seketika ambyar mendengar ucapan bos nya

"anna setelah ini kamu ikut saya kebutik sore ini akan ada acara yang harus saya hadiri dan kamu akan ikut" ucap dom tegas

Ingin sekali anna melempari bosnya itu dengan kertas kertas yang ada di tangannya

Kesal ya ia sangat kesal dari tadi malam ia benar benar sibuk ia bahkan hanya tidur tiga jam demi menyiapkan keperluan rapat
"huh kalo aja lo bukan bos gue udah gue timpuk lo dari tadi kamprett" bisik anna

"apa kamu mengatai saya?" tanya dom yang ternyata mendengar bisikan sekertarisnya itu.

"ehh enggak kok pakk saya lagi nyanyi i-iya nyanyi pak" lalu bersenandung kecil

" samballa balla sambalado terasa pedas terasa panas tuhh pak saya nyanyi" celetuk anna ingin melanjutkan bernyanyinya

Baru ia akan membuka mulutnya lagi perkataan dom membuatnya terhenti

"hentikan. Suara mu itu bisa membuat seluruh gedung ini ambruk jika kau terus kan " ucap dom dan berlalu menuju pintu

Anna merengut "bapak pikir suara bisa apa bisa buat ini gedung ambruk" ucap anna sambil mengerucutkan bibirnya

Dom hanya tersenyum melihat tingkah sekertarisnya itu.

• • •

Anna berjalan dengan muka tertekuk kearag ruangannya ia benar benar kesal dengan bos nya itu seenaknya sekali dia pikir anna

"pokonya aku harua minta naik gajih liat saja nanti" dongkol anna

"mbak anna kok mukanya di tekuk gitu sih mbak" tanya santi rekan kerja anna

"aku lagi kesel banget sama si bos san nyebelin banget dia masa katanya suara aku bisa bikin ambruk ini gedung kan ngeselin banget" ujar anna menggebu gebu

Santi terkekeh melihat anna "sabar mbak namanya juga bos"
"kalo aja dia tuh bukan bos udah aku bejek bejek dia san kesel banget aku"

"udah mbak jangan gitu ntar suka lagi"

"dih amit amit deh san jadi apa ntar klo aku suka sama dia"

"jadi istrinya lah mbak" ujar santi

Seketika rasanya anna ingin pingsan jika itu benar terjadi.



Mohon maaf jika banyak typo bertebaran gyus

Mohon maaf juga kalo ceritanya gk jelas karna ini cerita pertama ku

Terimakasih 💕

Dominic

Annastasya

MERRIED with BOSSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang