Happy Reading 💕
Entah apa yang ada dipikiran dom saat ini
Ia membawa malah membawa anna ke apartemennya bukannya membawa gadis itu kerumah sakit
Dom merebahkan anna dan segera mengambil mangkuk dengan air dingin untuk mengompres anna
Karna saat ini suhu tubuh anna sangat panas
Dom bingung sendiri kenapa ia harus repot repot membawa anna ke apartemen dan merawatnya bahkan ia meninggalkan pekerjaan
Saat dom ingin berenjak pergi
Sebuah tangan menahannya
"mama papa aku rindu kalian hikss kalian ada dimanaa hiks . ."
Dom tersentak ada apa dengan anna?
"anna apa kau sudah sadar?" tanya dom seraya menepuk pelan pipi anna
"mama papa hikss .."
Setelah itu tak terdengar apapun lagi
Anna kembali tertidur
Dom menghela nafas ia bingung apa yang terjadi pada sekertarisnya ini
Seberat apakah masalah anna hingga membuat gadis itu jatuh sakit.
Menjelang sore anna terbangun dari tidurnya
Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dimana dia sekarang?
Ini bukan kantornya bukan juga rumah sakit atau pun rumahnya
"apakah ini surga?"
"apakah aku sudah mati?" tanya anna pada dirinya sendiri
Dom yang entah kapan munculnya sudah berada di depan pintu dan menggeleng gelengkan kepalanya
Apakah otak gadis itu masih waras?
Disaat sakit seperti itu masih sempat sempatnya ia berpikir dirinya sudah mati
"kau masih hidup anna" ucap dom mengagetkan anna
Anna mendongkak, ia kaget menatap dom " ba-bapak bapak ngapain disini?"
"heh ngapain? Ini apartemen saya anna, ya terserah saya lah" ucap dom seraya tersenyum menyebalkan
Anna mengerucutkan bibirnya sebal bosnya itu memang benar benarr menyebal kan
Dom berjalan mendekat ke arah anna dan duduk di kursi samping tempat tidur "kau sebenarnya ada masalah apa anna?" tanya dom mulai serius
"emm hanya masalah kecil saja" jawab anna
"aku tahu kau berbohong anna"
"kau bisa bercerita dengan ku, aku akan menjadi pendengar yang baik untuk mu" ujar dom tulus
Anna ragu harus kah ia bercerita? Ini benar benar pribadi untuk nya dan benar benar menyakitkan untuknya
"apa kau tidak percaya pada ku sebagai bos mu anna?"
Anna menjawabnya dengan gelengan ia percaya dengan bosnya tapi anna hanya takut ia tidak sanggup menahan air matanya.
"jika kau tidak percaya padaku sebagai bos maka percayalah padaku sebagai teman mu anna" ucap dom sangat tulus
Anna tertegun ia tak pernah melihat bosnya seperti ini,anna menatap mata itu lama tak ada kebohongan disana hanya ada mata yang penuh dengan ketulusan
Anna menghela nafas panjang "baik lah aku akan menceritakannya"
Anna menarik nafas " aku terlahir sebagai anak yang tidak pernah diharapkan bahkan tak hanya satu tapi kedua orang tua ku,mereka bahkan membuang ku di samping tempat sampah" anna mengucapkan kata kata tersebut dengan wajah yang tertunduk baru ia memulai ia sudah tak kuasa menahan air matanya
Anna melanjutkan ceritanya "akhirnya aku diasuh oleh seorang wanita baik hati,aku yang tak mengetauhi apa pun terasa senang menjalani hidup yang sederhana tapi sampai ibu ku jatuh sakit disaat itu ia menceritakan segalanya segalanya yang tidak ku tahu, segalanya yang merenggut kebahagiaan ku perasaan ku sangat hancur,apakah mereka begitu tidak mengingin kan ku ditambah ibuku yang pergi meninggal kan ku selamanya aku benar benar wanita yang sangat malang" ucap anna dengan berderai air mata ia menangis tersendu sendu
Dom tercengang,ia terenyuh sebegitu sulit kah hidup gadis ini siapa orang tua yang tega meninggalkan anaknya seperti itu
Dom merengkuh anna kedalam pelukanya dia mengusap usap pelan rambut gadis itu "tenanglah anna tenanglah" ucap dom
"bagaimana aku bisa tenang selama ini aku bahkan menjalani hidup dengan sulit aku berjuang untuk menjalani hidupku dan ibu ku mereka sungguh tega meninggalkan ku jika tidak ada yang memungutku mungkin aku sudah matiii" ucap anna sedikit berteriak
"aku tidak sanggup aku sudah lelah terlalu banyak rasa sakit yang ku punya hingga rasa sakit itu yang membunuh ku perlahan" ucap anna melemah
Dom mengepalkan tangan nya rasanya darahnya sudah mendidih
Dia tidak rela melihat gadis tersebut seperti ini dia sangat terluka dom pun juga merasakannya "anna aku berjanji mulai sekarang takan ada yang akan menyakiti mu lagi aku akan menjaga mu anna aku akan melindungi mu" ucap dom penuh keyakinan
Anna mengurangi pelukannya dan menatap dom lama "bisakah?"
"bisakah aku mempercayai mu?"
"ya pegang janji ku anna" ucap dom seraya mengusap air mata anna.
• • • •
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi sepasang anak adam tersebut masih tertidur pulas saling memeluk satu sama lain
Pintu kamar tersebut terbuka menapilkan sosok wanita paruh baya yang masih cantik nan anggun di usianya kini
Ya dia karina ibunda dari dominic
Wanita itu menggelengkan kepalanya melihat pemandangan di depannya
Wanita itu berjalan menghapiri anak laki lakinya tersebut
"dominic bangunnn kau apakan calon menantuku huhh . ." ucap wanita itu pelan seraya menyentil kening putranya
"ssshh sakit sekali apa apaan ka ..
Momm .." ucap dom dengan mata melotot
"ikut mom keluar sekarang" ucap karina
Dom berenjak pelan keluar dari kamar tanpa membangunkan anna
Kini sepasang ibu dan anak tersebut sedang duduk di sofa ruang tamu milik dom
"mom apa yang mom lakukan disini?" ucap dom kesal
"kau tanya apa yang aku lakukan? Apa tidak boleh aku mengunjungi putra ku sendiri huh?" ucap karina marah
" tidakk tidakk bukan begitu mom tap- tapi " belum selesai dom berucap karina sudah memotongnya terlebih dulu
" tapi apa hah, jika aku tidak datang akan kau apakan calon menantuku dom, aku tidak mau tau kau harus segera menikah dengan anna aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada calon menantuku" ucap karina sarkas
"tap- tapi mom .. "
"tidak ada penolakan atau ku keluarkan kau dari kartu keluarga" ucap karina tak terbantahkan lalu berenjak pergi meninggalkan dom yang frustasi dengan tersenyum senang.
• • • •
Pagi ini anna di panggil keruangan bosnya
Anna merasa begitu canggung karna kemarin ia tertidur di rumah bosnya tapi ia juga harus profesional dalam perkerjaannya
Tok tok tok ..
Terdengar suara dari dalam yang mengintrupsinyakan untuk masuk
Anna masuk ke rungan bossnya
Anna menatap bingung bosnya yang sedang berdiri uring uringan
"bapak manggil saya?" tanya anna
Dom menatap anna cukup lama "saya ingin meminta bantuan mu anna, bisakah?"
Anna menatap bosnya heran "ya, apapun itu asalkan saya bisa pak"
Dom tersenyum "jadilah istri bohongan saya"
"APAA!!!"
Maaf jika banyak typo bertebaran
Terimakasih telah membaca💕
Bonus
ANNASTASYA KATRINNA💕

KAMU SEDANG MEMBACA
MERRIED with BOSS
Roman d'amourDominic Sergio Vernando CEO tampan dari Vernando's Corp Berusia 27 tahun tapi masih jomblo Setelah ditinggal kekasihnya yang taktau entah hilang di telan bumi Annastasya Katrinna Gadis cantik putih dengan tinggi semampai, seorang sekertaris yang ha...
