bagian 15

10 0 0
                                        

" naina,dimana jamku" ujar Karan." Tunggu dulu,ini ambil Jammu"ujar naina." Oh ya kau antar Gauri kesekolah,aku mau antar ruhi kekampus dan Rani kebandara" ujar karan sambil memeluk dan mencium pipi naina.

" Oh ya kau antar Gauri kesekolah,aku mau antar ruhi kekampus dan Rani kebandara" ujar karan sambil memeluk dan mencium pipi naina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Iya pergilah,kau ini manja banget.sama seperti sabbir," ucapan naina terhenti dengan jatuhnya air matanya." Maaf Karan,wajahmu sangat mirip dengan sabbir" ujar naina." Tidak apa apa" ujar Karan.

" Papa ,ayo cepat" ujar ruhi manja.

" Papa ,ayo cepat" ujar ruhi manja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Iya anak manja papa" ujar Karan.

" Iya anak manja papa" ujar Karan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sudah pergilah" ujar naina.setelah kepergian Karan dan ruhi nainapun tersenyum," Terima kasih oh dewa kau mengirim pengganti sabbirku" ujar naina.  

" Dimana Rani,Rani ayo cepat" ujar ruhi." Iya aku turun" ujar Rani.

" Kenapa si kamu gak bisa pelan pelan,inikan masih pagi " ujar rani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Kenapa si kamu gak bisa pelan pelan,inikan masih pagi " ujar rani.lalu mereka berangkat dan tibalah mereka di bandara," rani hati hati,jika sudah sampai telpon aku" ujar ruhi." Oke,bye" ujar Rani lalu ia naik pesawat." Ayo sayang papa antar kekampus" ujar Karan." Ayah bukankah nama ayah sabbir,tapi mengapa ibu selalu memanggil ayah Karan " ujar ruhi.karan bingung,dan akhirnya mengajak ruhi ketaman." Begini sayang kau sudah dewasa ,dan kau pasti mengerti.sebenarnya aku bukan papa kandungmu,papamu sabbir memang telah meninggal.dan aku juga bingung karna bagaimana kami mempunyai wajah sama padahal tidak sedarah" ujar karan.ruhi menatap Karan tak percaya,dan berlinang air mata." Tolong jangan menangis,papa bukan ingin membohongimu.papa memang ingin jujur sejak aku menikah dengan mamamu,tapi melihat kau sangat bahagia.papa tidak tega mengatakan padamu kalau papa bukan papa kandungmu" ujar Karan." Papa kau adalah papaku,walau kau bukan papa sabbir.kau tetap papaku" ujar ruhi lalu memeluk Karan.

" Terima kasih sayang kau sudah mau mengerti" ujar Karan .lalu mengantar ruhi kekampus .

TBC.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 27, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

dendam dalam cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang