Sesekali kusiram noda kelam,
karam yang sempat menyelam.
Bukan tentang ribuan sisa hitam,
tapi putih pun membercak tanda tak kuasa sedia kala.
Aku mengerti,
mungkin memaksa diri tuk memahami.
Tapi apa daya, aku juga berdetak dan bernadi,
bercaknya menggerogoti detik tuk segera ku sudahi.
Bukan lupa tentang segala upaya,
tapi meredam kini tak semudah menabur dan menyiramnya lagi.
Terbanglah puan,
membayang pun tak sempat kucicipi.
Biar saja lamun bercerita tentang suka cita,
bukan rayuanmu lagi yang sempat kubenci.
27 Februari 2019
AnnisaRH
KAMU SEDANG MEMBACA
Meredam Gelisah
PuisiPuisi tentang hari ini : tentang kegelisahan, kegundahan, kesedihan dan semua kekhawatiran yang tak mampu terucapkan.
