D.4

922 94 6
                                    

Bel pulang berbunyi. Aku sedang enak-enaknya berjalan santai di koridor atas sambil menikmati pemandangan taman sekolah ketika tiba-tiba suara laknat itu menggelegar.

"Nastar! Lo suka ya sama gue?" tanya Rio dengan wajah mengejek. Sahabatku yang satu ini memang paling gesrek, hobi banget nanyain pertanyaan random.

"For the last time." Aku geregetan. "Gue. Nggak. Suka. Sama. Lo! Dan kenapa juga lo tiap hari nanya begitu? Demen banget lo ngejek gue!"

"Oh demen, dong! Bahagia gue kalo lo merasa terejek."

Tampol tidak, ya ... Tampol tidak, ya~

Ah, tampol aja deh!

Gelak tawa Rio semakin menjadi-jadi tatkala dia berhasil menghindari seranganku. Karena tidak terima, akupun melancarkan serangan susulan. Namun tawanya malah tambah kurang ajar.

"Nasta!" Delia menarik lenganku agar berhenti, tapi kalah kuat denganku yang sudah berapi-api. "NASTAAA!!"

Well, kurasa kita sudah tahu pemenangnya siapa. Iya, si Delia. Aku dan Rio mah lewat!

"Iyaaa! Kenapaaa?!"

"Gue udah nemuin cara buat ngilangin kutukan itu!"

Mataku berbinar senang. "Serius? Gimana caranya?"

Delia menampilkan senyuman tolol, kayaknya sih itu kode biar aku nabok dia.

"Ayo sini ikut gue!"

===

DialogTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang