penantian

20 1 0
                                    

Entah sudah ke berapa kali aku terduduk ditempat ini. Tempat yang sama seperti 6 tahun yang lalu. Tempat yang menjadi saksi perpisahan kita.

Tempat ini menjadi saksi tentang bagaimana besarnya rasaku padamu. Besarnya rasa takutku kehilangan kamu. Dia tau tentang kita. Tentang kamu yang memilih pergi. Ntah untuk urusan apa.

Mungkin, kau menganggap semua ini telah selesai. Kita telah usai. Tapi tidak bagiku. Kisah kita belum usai. Kenangan yang kau ukir pun masih terus setia melintas dalam ingatan dan hatiku.

Kamu. Kamu tak pernah pergi dari sini. Ya dari hatiku. Kamu tetap disini.

Hadirmu selalu kunantikan. Mengharap temu yang ntah kapan semesta kabulkan. Aku tak pernah lelah menunggu. Aku takkan lelah berharap. Karna hatiku adalah kamu. Kamu yang hatiku inginkan, bukan yang lain.

Segala tentangmu tak pernah hilang dari diriku. Garis wajah mu, senyummu, serta wangimu masih selalu terbayang dalam benakku. Karna kamu adalah candu.

Meski hanya berteman dengan selembar photo mu. Aku akan selalu bahagia. Menanti kepulanganmu yang tak aku ketahui kapan, selalu kulakukan. Meski hati harus berperih melihat hasil dari penantianku selama ini.

Penantianku berujung pada luka. Ntah kau sengaja menorehkannya atau malah aku sendiri yang sengaja menorehkan luka pada hatiku.

Secercah RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang