Kartini Day

32 7 12
                                    

Pagi-pagi, Brina udah kewalahan sendiri, lupa kalau orang tuanya lagi pada pergi gak dirumah. Jadi, si Brinanya

"HAAAAAHHH KOK WIS JAM SETENGAH PITU!!!" Baru aja diomongin.

Lari dah dia, ngibrit....

Eh belum, cek hp dulu.

=============================================

Arjuna Huangga Diputra

|Brin, kok belum dateng?
|Kita masih ngurusin madding loh...
|Brinnnnn
|Wistuneva?
|Brin...
|P
|P
|P
|Oh yaudah hati-hati dijalan ya...

"Modar aku..." umpat Brina.

*titut titut

(.........)

"Halo.."

"Halo Juna, sepurane Jun, aku baru bangun..."(maaf Jun)

"Ha?? Kok bisa?"

"Lupa masang alarm"

"Jemput gak?"

"Gausah Jun, aku mau mandi dulu.."

"Lah durung adus?"

"Aiiishhh gasah adus lah, babay Juna"

"Brin..."

=============================================

"Duh telat, sumpah telat telattt..." Brina ngomel ngomel sendiri sambil pake sepatu.

Ya aslinya gapapa sih, telat. Soalnya kan hari ini Hari Emaknya Indonesia pasti diampuni dah pasti, upacaranya juga masih nanti jam 8. Sekarang baru jam 7.47 masih banyak waktu.

Brinanya lari, rambut masih acak-acakan, kebaya juga belum dipake masih di dalem tas, Brina cuma bawa kaos oblong celana olahraga sama sneakers, dan satu hal lagi, belum mandi.

"Masih ada angkot lewat gak ya?" Brina liat jam sambil terus lari sampai gang depan, jalan raya.

Sekelebat Brina liat vespa putih melesat dari gang sebelah, gak salah lagi, satu-satunya orang yang punya vespa di perumahan ini cuma Haechan Iksa Mahendra. Brina cepet cepet dong tuh lari, gaboleh ada kesempatan terlewatkan.

Dan wei Brina sampai ke gang depan, ternyata bener Haechannya pake batik, hetsetan, pake helmnya helm Cangcuters.

"HAECHANNNNN!!" Brina melambai lambai pulau kelapa. Tapi yang namanya orang hetsetan ya, agak budeg budeg gitu.

"HAECHANNNNN!!!!!" Tetep ga di denger

"Ancuk," lari dong Brinanya nyamperin.

Haechannya mau tancep gas, udah injek kopling pespa, tapi tiba-tiba kaget liat orang abis bangun tidur lari.

"HEHH BUDEG YA KOWE?!" Brina mukul lengan Haechan sambil masih ngos ngosan.

Haechan liat Brina mo nahan ketawa tapi kasihan juga. Seorang Wistuneva Sabrina? Anak peringkat 3 pararel? Telat?. .. Funny sih menurut Haechan.

"Sinten nggih?" (siapa ya?) Haechan nanya gitu.

"Gak lucu, sumpah!!"

"Jiahahha, yahh telat dong..."

"Jingan ya kowe, nebeng plissss"

"Sorry, gaada yang boleh naik Betty kecuali bunda sama yang beb gw."

"Betty?"

"Ini Betty," Haechan nepuk setang vespanya.

Brina cuma natap cringe, "Ya seterah deh, nebeng Chan plissss. Kasihan Juna udah nunggu, mading kelas juga belum selesai."

"Loh itu kan——"

"Opo Chan?"

"Urusanmu, awokwokwokwok"

"Sialan!!"

"Dah ya, nunggu angkot wae kowe."

"Chan plis Chan, pliss."

"Sorry kan tadi aku wes bilang, kalau bukan bundaku apa lagi?"

"Yang bebmu.."

"Yap, gaboleh ada yg naik Betty."

"Hendraaa...."

"Eitt apalagi aku di celuk ngono.. Ohhh tidak akan berbaik hati saya. Bye bye," Haechan udah tancap gas. Brina cuma natap Haechan yang pergi, sambil matanya berkaca-kaca. Ya gitu lah, tau kan gimana anak teladan takut telat.

Tapi, Brina senyum girang soalnya——Haechannya berhenti sambil natap Brina serius.

Lari dong Brina, auto naik jok vespanya Haechan.

"Kalau naik berarti jadi pacarku," kata Haechan ke Brina.

"What?! Oh gw naik angkot aja deh."

"YaAllah guyon..." (bercanda)

Akhirnya mereka tancap gas, otw ke sekolah sama-sama, berharap diampuni Yang Maha Kuasa kali ini karena harus negosiasi sama guru bp nanti.

Helm Cangcuters Hendra

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Helm Cangcuters Hendra.









Bersambong dongg....







ㄴakrilik dan penaㄱ
©2020 Caldera Azzahra

Akrilik dan PenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang