Nata sedang merapihkan catatan perkuliahannya, menulis ulang catatan yang acak acakan karena menulis secara terburu buru.
"Kiinnn...." panggil Nata lembut, sedang tangannya masih terus menulis.
"Kenapa liatin aku kaya gituuu..."
"Gapapa, kamu cantik sih." Sahut Kinan yang posisi tangan dan kepalanya menyilang diatas meja sambil melihat kearah Nata.
"Ih kamu ya, gombal." jawab Nata malu, diikuti pipinya yang memanas.
"Haha, kamu baru aku gituin aja pipinya langsung merah merona. Udah selesai belum? Aku udah laper nih."
"Udah nih, yuk yuk kasian pacar aku kelaperan, nanti kuyus kalo telat makan, hehe." Ledek Nata yang mendapat elusan dipucuk kepalanya oleh Kinan.
Nata dan Kinan adalah sepasang kekasih yang sangat harmonis, namun juga tidak berlebihan seperti remaja SMA yang baru berpacaran.
Banyak orang orang yang iri dengan keduanya, iri dengan Kinan yang bisa mendapatkan Nata, dan iri dengan Nata bisa membuat Kinan terpanah kepadanya.
Tapi mereka berdua lalai, lalai bahwa sesungguhnya kekurangannya adalah dari dalam diri mereka sendiri. Memaksakan kehendak untuk saling terikat, tak memikirkan bagaimana akan terjadi dikemudian hari.
Egois, hanya memikirkan perasaan masing masing, untuk kesenangan yang sesaat, tanpa berpikir resiko apa yang ada di depan mata mereka.
"Kamu udah mesennya? Kamu pesen apa tadi?" tanya Nata kepada Kinan setelah sampai di kantin.
"Udah, aku pesen Nasi goreng hehe, kamu mesen apa tadi?"
"Nan, aku kan lagi puasa." saut Nata mengingatkan.
Kinan diam sejenak mengingat.
"Oiya ya, kenapa tadi kamu ga bilang? Aku lupa, gapapa aku makan?"
"Gapapa nannn...." jawab Nata sambil tersenyum kepada Kinan.
Mereka sibuk memperhatikan layar handphone masing masing.
Beberapa menit kemudian makanan yang di pesan Kinan datang.
Kinan langsung mengambil sendok dan garpu, siap untuk menyantap nasi goreng yang ia pesan, sudah sangat lapar tampaknya.
"Nan. Jangan lupa berdoa." Nata menggenggam tangan Kinan sambil tersenyum.
"Em" Jawab Kinan singkat dengan anggukan dan tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
LAST HOPE | Kino ✖ Shuhua🍂
Teen FictionPada saat hampir garis akhir, baru kali ini aku ingin kembali ke titik awal. Bila mengetahui akhirnya akan seperti ini, aku akan berhenti ditengah jalan. Namun, sekali lagi aku masih berharap, semoga kali ini takdir akan berpihak.