Cahaya Senja

28 2 0
                                        

Di atas awan itu, aku jadi bumantara.
Aku ubah pula dirimu, jadi warna-warna jingga.
Dan arunika yang buatku purna seutuhnya.

Bergegas melangkah, hari akan segera berganti.
Orang-orang berkata padaku untuk cepat kembali.
Tapi, langkahku terjebak mengagumi cahaya mentari.

Sangat kuingat binar cahaya jingga tertanam.
Ketika sang surya hampir ditelan malam.
Engkau berjalan mendekatiku, menyinari hati terdalam.

Sayang, cahaya indah itu cepat tenggelam.
Menarikku ke dalam kesunyian kelam.
Mencari-cari rekaman kenangan yang kugenggam.

Ku takut sepi, namun malam enggan berlari.
Tak ada yang tersisa, hanya relung dingin merasuk diri.
Sekali lagi, senja meninggalkan ku setelah ku jatuh hati.

(Navle ryu)

Goresan PenaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang