Patah Hati Yang Disengaja

41 2 0
                                        

Gimana sih patah hati yang disengaja itu?

Kita pasti pernah sedih saat apa yang kita kerjakan tidak dihargai orang lain.
Kita sedih karena tidak mendapatkan pujian.
Kita sedih karena harapan kita dipatahkan.
Kita sedih karena orang yang kita harapkan ternyata mengharapkan orang lain pula.
Kita sedih karena...

Bla
Bla
Bla

Banyak sekali sedihnya kita.

Kalau sudah begitu, kita kadang selalu menyalahkan keadaan dan hanya bisa berkata "seandainya aku tidak begini... harusnya aku begitu..."

Iya kan?

"Penyesalan emang datang di akhir, kalau di awal pendaftaran"

Iyaa tau, kita lanjutkan yaa..

Tapi pernah tidak kita sadar bahwa dari awal kita yang sudah memilih, maka kita juga harus siap atas pilihan kita. Dan seharusnya orang yang disalahkan pertama kali adalah diri kita sendiri.

Kenapa?

Karena kita yang sudah 'sengaja', kita yang sudah menggantungkan harapan pada manusia, menggantungkan bahagia pada manusia, berharap manusia membalas sesuai apa yang kita harapkan, namun pada akhirnya fakta yang ada ternyata terbalik. Akhirnya kita sedih, kita marah, bahkan yang tidak bersalah mendapatkan imbasnya, semua jadi kacau.

Ingat ini ya sobat...

Manusia adalah makhluk yang lemah, tidak punya daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Orang yang kita harapkan bahagia karenanya, belum tentu bisa menjamin kebahagiaannya sendiri, apa lagi kita.

Allah berfirman:

وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَـٰنُ ضَعِيفً۬ا
"Dan manusia dijadikan bersifat lemah." (QS. An-Nisa' : 28)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِىُّ ٱلۡحَمِيدُ
"Hai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." (QS. Fathir : 15)

Jadi sudah tau kan, selama ini ternyata kita sendiri yang sengaja membuat hati kita patah karena berharap kepada manusia.

Kita lupa bahwa kita punya Allah.

Kita lupa bahwa yang menggenggam hati seluruh manusia adalah Allah.

Jadi Allah adalah tempat yang paling tepat untuk kita menggantungkan segala harapan dan kebahagiaan.

Tidak ada tepat lain! Hanya Allah.

Lalu kenapa Allah tega membuat kita kecewa?

Bukan tega, coba baca ini...

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya" -Imam Syafi'i


Jadi sudah tau kan?

Allah cemburu 😊

Nah, jika niat kita dari awal sudah lurus karena Allah. Akhirnya dalam hati kita akan selalu merasa tenang, karena apapun hasilnya kita tidak akan kecewa lagi karena segala urusan sudah kita gantungan hanya kepada Allah🌻

Dan akhirnya...

Jika tidak sesuai harapan, kita percaya Allah mempunyai rencana yang lebih baik.

Jika tidak dipuji, Ridho Allah lebih penting.

Jika hilang, Allah akan ganti.

Indahnya selalu mengutamakan Allah di atas segalanya 😊

Catatan AnnisaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang