Chapter 1

96 21 2
                                        

Bel pulang berbunyi, kegiatan belajar mengajar pun selesai. Minju dan Chaewon seperti biasa akan mengajak Yujin untuk pulang bersama. Tapi hari ini Yujin tidak bisa pulang bersama mereka karena Yujin sudah janji akan menemani Wonyoung yang akan masuk klub basket putri.

"Kak? Udah nunggu lama?" Tanya Wonyoung setelah sampai diluar kelas.

Yujin menggelengkan kepala, padahal ia sudah menunggu 30 menit sampai Wonyoung selesai piket diluar kelas. Tanpa menunggu lama, akhirnya mereka menuju lapangan basket untuk bertemu pengurus Klub Basket.

"Hee? Kau ingin bergabung? Bukankah ini sudah semester 2? Tapi tidak apa. Ayo langsung latihan saja"

"Kak aku latihan dulu ya? Jangan pergi jauh – jauh" Kata Wonyoung.

Tapi tak lama kemudian langit mulai mendung dan hujan pun turun, karena hujan latihan Klub Basket hanya dilaksanakan sebentar saja. Wonyoung dan Yujin berteduh di kantin dekat lapangan, karena Wonyoung tidak nyaman dengan pakaiannya akhirnya ia memutuskan untuk berganti pakaian terlebih dahulu dan meninggalkan Yujin disana.

Nasib buruk datang, geng yang berisikan tiga siswi cantik pun datang dan menghampiri Yujin yang kebetulan sedang meminum teh hangat.

"Lihatlah, duta pendidikan kita. Ternyata dia cuma bagus diotak, tapi penampilannya?? Ih gak level" Ejek salah satu dari mereka bername tag NANCY itu.

Yujin yang mendengarnya sudah mulai kesal, namun ia sadar ia sudah mempunyai banyak masalah dan Yujin tidak mau menimbun masalah lagi, lagipula hanya ejekan biasa yang sudah sering ia dengar.

"Heh lo! Gausah sok ketenaran deh. Muka lo tuh urusin, udah item pake kacamata, jerawatan pula. Gimana mau jadi idola" Ejek orang satunya yang bisa dibilang dia leadernya.

"Kalo orang lagi ngomong jawab! Gak bisa denger ya lo!?".

Cukup! Kesabaran Yujin sudah habis, ia sudah tidak tahan dengan semua hinaan ini. Yujin berdiri dari tempat duduknya dan menyiram salah satu dari mereka dengan teh yang sudah dingin.

"s-som? Lo g-gak papa kan?" – Nancy

"OOH! BERANI LO SAMA GUE?! AYO SINI BERANTEM AMA GUA !"

Orang tersebut adalah anak dari kepala sekolah SMA 21 SKZONE, Jeon Somi. Dulu ia pernah menjadi idola sekolah tetapi sejak Yujin masuk dan merebut gelarnya.

"Kenapa kakak yang marah ya? Kan kaka yang udah bikin aku marah"

"LO GAK TAU GUE SI-"

"berhenti atau saya laporin anda ke ayah saya?" Lerai seorang siswa yang terlihat sangat tenang menghafapi tingkah laku somi.

"Lo siapa hah? Dia ini anak pak kepsek asal lo tau" Kata Nancy dengan sewot

Ya, dia adalah Seungmin anak dari penyumbang saham terbesar di sekolah ini. Seungmin lahir di keluarga terkaya ketiga di Seoul, keluarganya merupakan pemilik perusahaan batu bara terbesar di daerahnya. Tak heran jika keluarga Seungmin menanam saham di sekolah ini.

"Kim Seungmin, penyumbang saham terbesar disekolah ini. Dan asal kamu tahu Somi, ayah mu itu hanyalah bawahan ayah ku. Jika keluarga ku mencabut saham dari sekolah ini habis riwayat keluarga mu" Ancam Seungmin sambil menggandeng tangan Yujin ke arah perpustakaan.

Wonyoung yang sebenarnya sudah kembali, tadi bersembunyi di salah satu warung kantin dan melihat keajadian tadi. Ia tak pernah menyangka jika kakak nya, Yujin bisa melawan Somi yang sudah jelas – jelas derajatnya lebih tinggi darinya. Padahal yang ia tahu Yujin hanya seorang kakak yang pendiam, baik, dan pintar.

"Kak Yujin! Maaf aku lama. Eh ada Kak Seungmin?" Kagetnya, Karena Wonyoung pikir Seungmin sudah pergi bersama teman – teman nya.

"Won, jaga dia ya. Jangan sampe kaya tadi"

"Iya kak, makasih udah nolongin"

"Seungmin! Tunggu" Panggil Yujin.

Sebenarnya ia hanya ingin mengembalikan sapu tangan, tetapi orang – orang melihat Yujin dengan aneh dan membuatnya ketakutan. Akhirnya, ia tidak jadi mengembalikan sapu tangan nya.

"Ah, tidak jadi. Makasih Seungmin"

"Jaga diri lo sendiri ya Jin"

Wony yang melihat itu seperti nyamuk yang terbang ditempat ramai, tak terlihat dan tak dianggap.

"Ekhm, kak? Ada orang lho disini" Dehem Wony agar diperhatikan.

"A- Hehehehe maaf ya de, tadi kenapa kamu lama ganti bajunya?" Tanya Yujin.

"Lipstik di tas aku hilang tadi, yasudah aku cari dulu. Eh pas sampe disini aku liat kaka dibawa Ka Seungmin ke Perpus, terus juga tadi aku liat anak – anak kaya itu lagi misuh – misuh sambil bersihin baju si Somay itu" Kesal Wonyoung di akhir kalimat.

"Hei adik kaka gaboleh gitu, udah yuk pulang. Ujannya udah reda kok" Ajak Yujin.

Akhirnya mereka pulang, walaupun waktu sebentar lagi malam. Tapi dilain tempat ada seseorang yang sedang berencana meneror mereka bertiga dengan cara kejam.

"Kwon Eunbi, hancurlah riwayatmu hahahaha".



Secret MiracleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang