***
"woyyy,buka pintu lu nad sekolahhhh woyyy,udah pagi ini jangan jangan malaikat Izrail udah nyabut nyawa lu,kalo lu ga buka pintunya gua bakal dobrak pintulu,satu.......dua.....tiiiii."
Brakkkkkkkkk
Nadine pun kaget karena ketika Nadine membuka pintu,Nadine melihat kakaknya yang sudah rapih menggunakan seragam terpental dan terjatuh dilantai dalam kamarnya.
" Awwwwwww,Anj*** punya Ade gada akhlak."
"Upsss,sorry," - ucapnya tanpa rasa salah,dan sambil menjauh dari kakak nya yang beberapa detik lagi mengeluarkan pidatonya.
Ketika Nadine lari menuruni anak tangga dan sudah memakai seragam sekolah degan Daleman baju seragam putih yang di tutupi almamater SMA nya,dengan rok pendek sedengkul,kaos kaki putih panjang,dan membawa tote bag di pundak kirinya,rambutnya yang di gerai dan agak kriting itu di beri hiasan bandana yang bisa dibentuk bentuk.
dan ketika sampai bawah,ibunya menyodorkan bekal untuk anak perempuan nya itu.
"Makasih Bu," - ucapnya sambil mengambil dan menaruh bekal di tote bag nya.
"Loh kok kamu lari lari gini,kakak kamu mana?" -tanya ibunya.
"Oh jadi ibu mau tau kakak dimana?, kebetulan aku malem belajar sama dukun aku buat sulap," -karang Nadine.
"Hahhhh,sejak kapan kamu belajar sama dukun gini,ibu dan ayah gak pernah ya ngajarin kamu seperti itu," -ucap ibu nya yang khawatir karena anaknya belajar dari dukun.
"Coba ya Bu kita liat ilmu aku udah sampe mana,coba ibu itung dari 1 sampai 3" -ucapnya yg makin ga waras.
Ibunya yang linglung itu mengikuti arahan anak nya yang lagi ga waras itu.
"Satuuu.....duaaa......,"ibunya yg mulai menghitung gak yakin dengan mata melirik ke atas dan ke nadine "tiiiii...."
"Nadineeeeeee!" -teriak kakanya sambil menuruni anak tangga,dan memegang pundak kirinya sambil meringis.
"Tuh kan Bu bener Nadine bilang juga apa."
"Ya Allah...ya Rabb...ya Rahman...,Nadine! kamu ini beneran belajar sama dukun?" -ucap ibunya dengan tolak pinggang.
"Dukun apa Nadine?,jawab ibu!"- ucap ibu nya yg greget.
"Dukun beranakk Bu,hehehehe."
"Nadine!!!!!"
"Nadine bercanda Bu...,"- ucapnya dengan senyum terpaksa sambil garuk garuk kepala nya yang tidak gatal.
"Udah udah ahhhh,ibu mau minum obat darah tinggi ibu."
Lalu ibu nya meninggalkan anak perempuan nya itu,yang sudah membuat darah tinggi nya kambuh lagi.
Ketika Daniel sudah di anak tangga terakhir,Nadine langsung mundur pelan pelan menjauhi daniel.
"Tadinya gue mau berangkat bareng sama loh,tapi karena loh udah buat gara gara sama gue jadiiii......,"- ucapnya sambil melangkah kecil ke arah adik nya dan kedua tangan dimasukan kesaku celananya.
Lalu Nadine menghentikan langkahnya itu.
"Jadi apa kak?"-tanya nya
Dan Daniel menghampiri kening adiknya dan membuat adiknya mendangak ke arah kakanya yang tinggi itu.
"Jadiii gue gak akan nganterin loh selama seminggu!" -ketusnya
Dan Daniel yang berhasil membuat adiknya ternganga itu langsung pergi dari hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SIBLING
Storie d'amore"aku juga cewe normal kak yang mau tau tentang cinta!" "Mulai sekarang Kaka gaperlu khawatirin hidup aku!" Udahhhh yo baca daripada penasaran🤗
