Selama diperjalanan...
"Mas, Tiara punya kabar gembira,"
"Apa tuh?"
"Jadi gini tadi gue selamatkan kucing dan ternyata itu kucingnya Mila. Sontak gue kaget, soalnya gue habis marahan sama Mila tapi tau gak mas? Mila dan bapaknya maafin gue tauk mas dan semua utang yang puluhan juta itu dibatalkan dan Mila katanya kangen banget main sama gue,"
"Mashaallah, Alhamdulillah... Mas ikut seneng dik, itu semua terjadi karena kehendak Allah, adik harus banyak berterimakasih kepada Allah, oke?"
"Oke deh mas, eh mas itu udah adzan, gak mampir salat dulu?"
"Mashaallah, lagi-lagi mas takjub sama adik, yasudah kita salat dulu ya,"
"Iyalah mas, kan Tiara udah niat mau berubah, nah itu mas di masjid yang warna hijau aja,"
"Iya dik, mas juga mau ke sana,"
"Hehe..."
Setelah melaksanakan salat Maghrib, gue sama mas Wahyu lanjut menuju rumah lagi, kasihan bapak pasti nunggu lama.
Alhamdulillah sebelum isya' udah sampai rumah, gue langsung turun dari motor dan masuk ke dalam rumah sambil bawa makanan buat makan.
"Assalamu'alaikum bapak,"
"Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah anak-anak bapak yang cantik dan bagus sudah pulang,"
"Iya pak, Tiara baru seneeeeng banget hari ini, terus Tiara sama mas Wahyu beli makan, Tiara siapkan dulu ya pak,"
"Assalamu'alaikum bapak,"
"Eh Wahyu, wa'alaikumussalam..."
---
Selama satu Minggu gue menjalani kehidupan gue yang gue rasa gue udah mulai berubah. Sampailah di hari Sabtu dimana gue diajak temen-temen pegawai kedai An-Najm buat ikut pengajian di salah satu tempat.
Gue memutuskan untuk ikut, itung-itung dapet makan.
Sesampainya gue di sana, gue disajikan pemandangan yang indaaaaah banget, penuh bunga, pepohonan, jalannya gak ada sampah, wah bagus banget nih tempat.
Gue mulai nyari tempat duduk yang enak, dan akhirnya gue udah pw di suatu tempat.
Tak lama acara dimulai,,,
MC membuka acara dengan unik dan membuat gue makin antusias ngikutin acara ini.
"Yak,, mari kita panggil pengisi acara hari ini, tamu yang sangat spesial dan paling sering kita jumpai hampir di semua tempat aktivis dakwah, eak... Mari kita sambut Wahyu Permana... Silakan mas Wahyu naik ke atas panggung kecil ini, Mashaallah gantengnya,"
"Hah? Mas Wahyu?" Batin gue.
"Eh itu beneran mas Wahyu?" Tanya gue ke Qila.
"Iya Tiara, dia mas Wahyu, kakakmu, beruntung banget ya kamu,"
"Hah? Beneran? Mas Wahyu? Ya Allah gak nyangka gue,"
"Kamu selama ini gak tau?" Tanya Qila ke gue.
"Enggak, gue enggak tau plus enggak nyangka sama sekali, tapi gue bangga juga, haha,"
"Abang mu kalau setiap diminta untuk mengisi acara pasti selalu seru dan materinya bisa diterima dengan baik,"
"Apa iya sih?" Tanya gue gak percaya.
Gue lihatin mas Wahyu terus sambil rasa enggak percaya.
Apa bener sih ini Abang gue?
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidayah
Teen FictionPerjalanan kisah hijrah gue (Tiara) dari yang awalnya gue suka banget kehidupan gemerlap, foya-foya, bohongin temen, sampe ngehabisin ATM temen, jahat banget emang. Tapi kalau Fir'aun yang hobi suka bunuh orang aja masih diberi hidayah sama Allah...
