4. Mencoba (lagi)

26 12 4
                                        

Sepulang sekolah, iel langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Rasanya sakit, sakit fisik juga sakit batin.

Menatap langit-langit kamar nya seraya melamun

'Tuh cewe pake pelet ikan koi kali ya, kok elzayn mau sih? Jangan-jangan mata el waktu itu sempet katarak kali ya' batin iel

Sungguh, iel memang selalu berpikir negatif untuk hal yg tidak di sukainya. Bahkan bisa sampai kepikiran.

Tak heran jika iel memang butuh psikiater

Iel terbangun dari ranjang nya, dan duduk di pinggir kasur. Ia beralih duduk di meja tempat ia belajar

Menatap nanar wall grid yg terpasang di dinding nya, melihat foto ia dan elzayn.

Kenangan nya masih terlihat jelas di kepala iel

Iel membuka handphone nya, beralih untuk membuka aplikasi spotify miliknya.
Di dengarkan nya lagu Bambina milik Pamungkas.

Sesekali ia juga mendengarkan podcast milik rintik sedu

Kini malam nya hampa, sunyi. Ia terlarut dalam pikiran 5 bulan yg lalu itu

Sudah cukup.
Waktunya mengikhlaskan.

Setidaknya ikhlas membuat pikiran iel menjadi sedikit tenang, namun lagi-lagi pikiran nya selalu saja berbicara kalau itu 'mustahil'

Ia ingat obrolan nya dengan alea, 'di dunia ga ada yg mustahil'. Tidak ada memang, ia tau.

Ia memejamkan matanya.
Terdengar lirik dari lagu bambina

a part of me wants u to stay
but baby who cares what i say
just watch, how u roam now
take care of yourself now
bambina it's alright
its alright have your way
have a faith, don't be scared, u are loved, you'll be fine

So am I

Semoga aja, batinnya.

Iel membuka aplikasi whatsapp, niat nya ingin menelpon alea. Namun ia melihat ada yg mengganjal.
Elzayn membuat snapgram, biasa saja menurut orang lain namun entah kenapa rasanya untuk iel ini cukup menusuk hati nya.

Ia sakit hati, sangat.

Ia berjanji akan segera melupakan lelaki itu.
Cepat atau lambat pasti terjadi

Entah sampai kapan sakit hati ini akan berakhir. Iel sudah muak. Percintaan nya selalu gagal.

Iel selalu berpikir kalau ini karma, padahal ia tidak melakukan apapun

Iel merintihkan air mata, ia selalu saja terbawa hati jika sudah menyangkut orang yg ia sayang.

Sudah kesekian kalinya ia menangis untuk hal sampah seperti ini

Ia memejamkan matanya, menarik selimutnya dan bergegas untuk tidur

***

Pagi ini iel terlihat sangat kusut, seragam nya tidak teratur, rambutnya ia ikat asal, matanya sembab. Namun menurut orang lain ini tidak terlalu berantakan

Alea menjemput iel agak telat, iel menuju ruang makan dan sarapan dengan susu saja.

"Iel, assalamualaikum" teriak alea dari luar

Tak ada sahutan dari iel, ia membuka pintu nya

"Astaghfirullah, LO KENAPA AURELIE? sakit lo? Beneran ga waras apa gimana?" Pekik alea heboh, pasalnya baru kali ini ia melihat sahabatnya seperti ini

R E N G G A N GCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang