Kriiinggg...
Bel istirahat sudah berdering, waktunya siswa siswi berhamburan keluar kelas dan pergi menuju kantin, begitu pula yg di lakukan iel dan alea. Mereka bergegas menuruni anak tangga dan segera pergi menuju kantin
"Iel" panggil seseorang
Yg di panggil hanya menoleh dan mencari sumber suara. Ya, disana ada daffi
"Eh kenapa?" Tanya iel heran
"Gue ke kantin bareng lo ya" ujar daffi
"Oh boleh boleh, ya udah yuk" ajak iel, langkah kaki daffi dan alea pun seiring dengan langkah kaki iel
"Jadi ini daffi yg lo maksud el?" Tanya alea berbisik
"iya" ujar iel
"Ganteng juga, 11 13 sama Arlan" ujar alea menyengir
"11 13 kejauhan, gimana si lu" ujar iel membelalak
Tak butuh waktu lama akhirnya iel, alea dan daffi sampai di kantin
"Lo jajan apa daf?" Tanya iel yg masih menatap penjuru kantin
"Gue beli es aja deh" ujar daffi
"Ya udah, yuk" ujar iel
Mereka bertiga mengantri dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka berjalan mencari jajanan lain
"Iel, gue bawa bekel el" ujar alea seraya menggoyangkan lengan iel
Daffi pun menyadari yg di bicarakan alea pada iel
"Kalian kalo mau ke kelas, ke kelas aja gapapa" ujar daffi lembut
"Serius?" Ujar alea
"Iya, lagian disana ada temen gue nanti gue gabung ke mereka aja" ujar daffi seraya menunjuk teman temannya yg berada di sudut kantin
"Ya udah kalo gitu gue sama alea ke kelas ya" ujar iel menarik lengan alea
"Iya makasih ya iel" teriak daffi karena jarak dirinya dengan iel sudah agak jauh
Iel dan alea bergegas menuju kelas, di tangga terdapat banyak siswa siswi berkerumun membuat jalan iel menuju kelas menjadi berdesak-desakan
"Misi misi" ujar iel seraya menarik lengan alea untuk menghindari kerumunan
Disana, di ujung tangga atas El menatap nanar iel yg sebentar lagi akan melewati nya begitu saja dan tidak menggubris sama sekali akan kehadiran nya, el sangat yakin itu akan terjadi.
Perlahan iel menaiki anak tangga, ia melihat sekilas disana ada mantan kekasih nya. Eh tunggu, apa? Mantan? Untuk memiliki status saja tidak, bagaimana iel bisa meng-klaim kalau el adalah mantan nya?
Sebisa mungkin iel menyiapkan seluruh kekuatan hati nya agar tidak peduli pada el, memang sudah waktu nya iel harus mencoba sebisa mungkin untuk melupakan el. Bagaimana pun caranya.
Berpapasan.
El menatap nya.
El memperhatikan nya.
Cukup sudah, jantung nya sudah tidak kuat untuk berdetak dua kali lebih cepat
"Hai" ujar el pada iel diiringi senyuman
WHAT?! bagaimana bisa el dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan iel yg sudah di bangun dengan kesiapan yg benar-benar luar biasa?!
Iel hanya melirik, ia berharap kalau ini hanya mimpi. Nyatanya tidak, el benar-benar menyapa nya
'Udah gila? Gue? Di say hi?' Batin iel speechless
Iel hanya melirik sekilas, sebisa mungkin ia harus bisa untuk tidak lagi memperdulikan el
El bangkit, ia berlari kecil untuk menghampiri iel. Lengan iel di cengkram. tidak sakit, biasa saja rasanya
Bahkan kalah dengan rasa sakit di hati nya
"Aku minta maaf ya" ujar el seraya melepaskan genggaman tangan nya dari lengan iel
Iel mendongak, menatap lelaki itu nanar. Iel berusaha menetralkan pikiran nya
"Udah gue maafin sebelum lo bikin dosa" ujar iel dingin
Ada kesedihan dari raut wajah el, namun sebisa mungkin ia menyembunyikan nya. Berusaha baik-baik saja ternyata sulit.
El tersenyum, "alhamdulillah, aku seneng kamu baik-baik aja"
"Ga usah basa basi. Kalo bisa gue musnahin lo, gue musnahin detik ini juga" Ujar iel dengan wajah sinisnya. Sungguh, kata-kata iel sungguh menohok
El tidak bergeming, ia pantas mendapat perlakuan seperti itu dari iel
"Dan satu lagi Kalo lo liat gue baik-baik aja, lo salah besar" ujar iel dan dengan segera ia berjalan menuju kelas nya. Tidak usah tanyakan alea, alea kini sudah berada di kelas
El mematung.
Apa yg barusan terjadi?
Apakah ini oshe yg baru?
Di lain tempat...
Iel membuka knop pintu kelas nya, ia duduk lalu termenung
Ia memikirkan apakah ucapan nya tadi menyakiti hati el? Apakah ucapan nya sangat menusuk? Entah lah, yg jelas ia tidak tau mengapa bisa melontarkan kata-kata pedas seperti itu
Satu sisi ia merasa bersalah
Di satu sisi lainnya, ia merasa sedikit lega
"Heh, bengong aja lo" ujar alea menepuk pundak iel
Iel hanya menatap alea
1..
2...
3....
...
Hening.
"Heh, lo kenapa si?" Ujar alea heran, sungguh sahabatnya ini selalu saja membuat bingung dirinya
Iel menatap alea, lalu ia menceritakan yg baru saja terjadi pada dirinya. Alea mencerna apa yg diungkapkan iel
"Gue salah ya?" Ujar iel
"Harus nya lo jangan kaya gitu, kita tau hati orang beda-beda. Barangkali el hatinya rentan? Kan kita ga tau?" Ujar alea menasehati
"Hati el kuat, yg rentan itu hati gue" ujar iel seraya meletakkan kedua telapak tangannya pada pipinya yg sedikit chubby
"Seterah lo aja" ujar alea mengalah
Jangan lupa tinggalin jejak ya, VOTE.
Tengkiess!!❤
KAMU SEDANG MEMBACA
R E N G G A N G
Roman pour Adolescents-Starting on 6 april, 20- Apa sih renggang menurut kamu? Apa sih renggang versi kamu? Dua insan yang saling berjarak? Atau sebenarnya memang menjaga jarak? Tidak ada yang salah dari renggang, berpisah, atau apapun. Manusia memiliki hak nya masing-m...
