Part 6

20 2 0
                                    

Author POV

Kim Taehyung meringkuk di ranjang sambil memegang perutnya yang sakit. Keringat dingin keluar dari tubuhnya, wajahnya sangat pucat bak mayat hidup.

Tak kuasa menahan rasa mual ia pun kembali pergi ke kamar mandi dengan langkah yang gontai dan mengeluarkan isi perutnya secara paksa. Terhitung tiga kali Taehyung memuntahkan cairan bening dari dalam perutnya.

Setelah merasa cukup lega Taehyung keluar dari sana. Kakinya bergetar hebat, pun akhirnya ia jatuh di sisi ranjang karena tak dapat menahan bobot tubuhnya.

Tangannya meraba ke belakang kepalanya, mencari ponselnya.

Dapat.

Ia mencoba menelepon Jeon Jungkook tapi ternyata ponselnya tidak aktif.

Kali ini ia menghubungi Yoon Jiyoo.

"Yoboseyo, Kim Sajangnim." Samar-samar Taehyung mendengarnya.

"To...long tolong a...ku."

Pandangan Taehyung perlahan meredup, ia menerawang ke arah sorot lampu di ujung ruangan yang lama kelamaan cahayanya menghilang.

Ponselnya jatuh disusul tubuhnya yang tergeletak di lantai setelah kehilangan kesadaran, meninggalkan suara wanita di ujung telepon.

"Kim sajangnim! Kim sajangnim! Kau baik-kaik saja? Yoboseyo? Yoboseyo Kim sajangnim?!"

•••

Song Seya langsung pergi ke kamarnya begitu Nyonya Song memberitahu bahwa Jungkook menunggunya sejak siang tadi.

Ekspresinya terlihat menyesal saat melihat Jungkook terlelap di ranjangnya.

Ekspresinya terlihat menyesal saat melihat Jungkook terlelap di ranjangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'maafkan aku.'

Seya menanggalkan tas-nya di lantai lalu naik ke atas ranjang, berbaring di samping Jungkook dengan posisi miring. Tangannya menyelinap dilingkar pinggang Jungkook, memeluknya erat. Sementara tangan kanannya menyentuh permukaan wajah Jungkook dengan hati-hati agar tidak membangunkan kekasihnya.

Jari telunjuknya menusuk-nusuk pipi Jungkook.

"Lucu sekali, seperti bayi."

"Kalau begitu mau buat sekarang?"

Seya kaget saat melihat Jungkook bangun. Tidak benar-benar bangun. Matanya masih terpejam tapi Seya tahu Jungkook tidak tidur.

Seya ingin menjauhkan kepalanya tapi Jungkook menahannya dan memeluk Seya posesif.

Perlahan Jungkook membuka matanya. Dan pasang mata mereka saling bertubrukan.

"Kau suka bayi? Mereka lucu-lucu. Mau buat sekarang? Aku ahlinya." Kata Jungkook seduktif.

Seya bergidik menatap Jungkook.

"Kau membuatku merinding, Jung."

"Jangan pergi lagi."

"Maafkan aku. Sudah berapa lama kau menungguku?"

Jungkook tampak berpikir, "umm...hanya lima jam."

"Lima jam??? Serius kau mengatakan itu hanya lima jam?"

Jungkook hanya tersenyum.

"Maafkan aku, Jung. Aku mohon. Aku sangat menyesal."

"Hari ini apa saja yang kau lakukan?"

"Aku mengerjakan tugas bersama temanku."

"Kenapa tidak bilang? Hari ini aku libur jadi aku bisa mengantarmu kemanapun, tidak masalah jika aku harus menunggu."

"Jung, aku benar-benar minta maaf." Tatapan Seya menjadi sayu saat menatap lawan bicaranya.

"Aku sangat merindukanmu. Aku tidak ingin mengganggumu tapi selama dua bulan ini aku hampir gila karena tidak bertemu denganmu."

"Jung."

"Ponselmu sering tidak aktif, pesanku jarang dibalas, dan teleponku tak pernah kau angkat. Akhir-akhir ini kau jarang memberi kabar. Aku jadi sulit menghubungimu."

"Aku minta maaf, Jung. Aku menyesal." Suara Seya sedikit bergetar.

Secara tiba-tiba Seya menyerang bibir Jungkook dengan sebuah ciuman.

Tak hanya menempelkan permukaan bibir mereka, namun Seya menekan bibir Jungkook dengan bibirnya dan memberi lumatan kecil.

'Maafkan aku, Jung. Maaf untuk kebohongan pertamaku.'

Satu hal yang Jungkook sadari adalah pipinya terasa basah.

Satu hal yang Jungkook sadari adalah pipinya terasa basah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To be continue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To be continue.

Another ComingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang