01. Kebo & Nenek sihir

22 5 0
                                    

               Bagiku tidak ada hal
          yang paling menenangkan
                       Kecuali tidur    
                                                   -TaniaAB-            
Mentari pagi menyapa dengan lembutnya mengenai permukaan kulit seorang gadis. Mata itu mengerjap terusik oleh hangatnya mentari pagi. Semakin dieratkan lilitan selimut bermotif doraemon ditubuh gadis itu. Berharap mentari itu tak lagi menganggu tidur nyenyaknya.

"BRAKK.....". Suara bantingan pintu yang cukup keras, tapi tak sedikitpun tidur gadis itu terganggu.

"WOIII RATU KEBO BANGUNNN".  Omg sepertinya nenek sihir itu mulai lagi. Masa pagi-pagi udh konser
btin tania.
Tapi Tania tetap pada pendiriannya, pura-pura masih tidur ya walupun sebenarnya Tania pengen lombokin tuh mulut nenek sihir.

"Masih tidur aja ya lo". Ucap si nenek sihir sambil berkacak pinggang dan berusaha menarik selimut tebal Tania. Dan yang paling menyebalkan dia berhasil menarik selimutnya.

"HOIII. NENEK SIHIR NGAPAIN SIH LO NGANGGU TIDUR GUE". karena kehabisan kesabaran Tania marah-marah.

"Nggak sopan banget ya sma kakak sendiri". ujar si nenek sihir sok dewasa.

"Lo juga nggak ada sayang-sayangnya ya sama adik sendiri".Ucap Tania sambil menatap tajam tepat ke manik matanya. Seperti memberi isyarat peperangan.

"Udah deh sekarang lo mandi dan siap-siap sana". Kata si nenek sihir seperti mengusir Tania.

"Lo gila ya ini hari minggu ,hari dimana seharusnya gue tidur dan lo malah ngerusak semua itu". Ucap Tania berapi-api tidak habis pikir dengan jalan otak si nenek ini.

"Elo yang pikun. Umi kan nyuruh kita buat ngantar kue ke jalan cempaka".

Omg!!!sepertinya Tania benar-benar lupa bisa-bisa uminya marah kalau telat ngantar. Tak membuang waktu lagi Tania meloncat dari tempat tidur menuju kamar mandi secepat kilat.
"Busettt gila tu orang cepat banget kek kura-kura ninja".Kurang lebih seperti itulah ocehan si nenek sihir saat Tania sudah berada dikamar mandi.

Dia Tania Alfania Barsha seorang gadis cantik dengan bulu mata lentik ditambah lesung pipi menambah kesan sempurna di wajahnya yang halus mulus tidak ada jerawat sama sekali. Tinggi badan Tania cukup bagi ukuran seorang perempuan.

                                 ***
Hanya dalam waktu sepuluh menit bagi Tania untuk bersiap-siap. Tania memakai kaos putih berstiker fake smile dan juga celana jeans. Jika kalian bertanya si nenek sihir alias Kania Alfania Barsha kakak Tania dia memakai baju syar'i, jubah panjang delengkapi krudung panjang pokoknya yang panjang-panjang deh. Memang Kania dan Tania berbeda. Beda karena Kania dulu lulusan pesantren dan sekarang dia kuliah dibidang agama. Sedangkan Tania dia masih duduk di SMA BANGSA kelas sebelas. Jadi Tania tidak mengenakan krudung seperti Kania. Jika ditanya orang-orang Tania hanya menjawab seadanya seperti 'Aku belum siap' yeah seperti itulah.

Kini keduanya telah berada didepan rumah mewah bercat putih. Kania memencet bel rumah sambil berucap "Assalamualaikum".Dan Tania dia mengatakan…… "Helloo spadaaa" dengan suara nyaringnya. Lalu tak lama pintu gerbang kemerdekaan Indonesia dibuka eittss maksudnya pintu gerbang rumah mewah itu terbuja.

Didalam sana menampilkan seorang satpam."Cari siapa nona" Tanya satpam itu dengan sopan.

"Apa benar ini rumah keluarga Grizelle?". Kata Kania ramah.

"Oh benar Nona. Ada apa?".Tanya satpam itu lagi. Sedangkan Tania hanya bisa berdecak kesal 'Lama amat kek disinetron aja' batin Tania.

"Kami mencari Nyonya Grizelle untuk mengantarkan pesanan ini". Kata Tania to the point.

"Biar saya aja yang mengantar ke Nyonya Grizella nona".Ucap satpam itu sambil menjulurkan tangannya kearah kotakbiru ditangan Kania. Dengan cepat Tania menempis tangan satpam. "Maaf pak tapi kami disuruh oleh nyonya Grizella sendiri untuk mengantarkan pesanan ini". Ucap Tania berusaha sesopan mungkin.

"Ohh kalau begitu silahkan masuk nona". Ujar pak satpam itu seraya membukakan gerbang lebih lebar.

"Dengan senang hati pak". Tania menyelonong masuk membuat Kania merasa malu dengan sikap konyol adiknya itu.

Setelah keduannya sampai didepan pintu dan mengetuk sebanyak tiga kali. Seseorang keluar dengan membawa krmoceng.

"Iya. Non siapa ya?". Tanya wanita paruh baya itu seramah mungkin.

"Oh… nama saya Kania dan ini adik saya Tania.Kami kesini ingin mengantar pesanan langsung kepada Nyinya Grizella ". Kania mulai memperkenkan diri dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

Sedangkan Tania hanya memasang wajah tak pedulinya.

"Oh kalau begitu silahkan masuk non!". Wania itu menuntun Kania dan Tania menuju ruang tamu. Tania hanya bisa menatap sekelilingnya dengan mata berbinar.

"Silahkan duduk dulu non biar Mbok panggil Nyonya". Ucapnya berlalu dari hadapan kedua cecunguk itu.

"MasyaAllah indah sekali. Ya kan dek?!".

"Iya kak. sangat indah". Balas Tania dengan mata yang masih menelusuri rumah mewah itu dengan mulut yang sedikit terbuka. Selain itu Tania juga tidak merasa asing dgn tempat ini.

"Ekhmm". Sebuah suara menbuyarkan lamunan mereka. Saat menoleh kearah suara itu Kania dan Tania dapat melihat dengan jelas sosok wania cantik menggunakan dress warna pink baby. 'Sangat cantik' itulah yang ada difikiran Tania saat pertama kali melihat wanita yang dia duga adaalah Nyonya Grizella.

"Apakah kalian dari Toko KaTa Bakery?".Tanya wanita itu dengan sopan seraya duduk didepan dua gadia manis didepannya.

"Oh iya nyonya. Ini pesanannya". Kania menjulurkan tangan yang sedari tadi memegang kotakberisi kue tersebut.

"Terima kasih nak. Tapi kenapa kalian sendiri yang mengantarkan? Apa tidak ada satpam disana?".

"Oh itu-anu". kata kania gelagapan.

Tania berfikir keras mencari ide yang cocok dari masalah ini. Tidak mungkinkan kalau Tania bilang kalau dia yang melarang satpam itu.Tiba-tiba ide cemrelang mampir diotaknya yang pas-pasan.

"Kencing! ya tadi pak satpam kebelet kencing jadi dia menyuruh kami mengantarkan langsung pada Nyonya". Tania bisa bernafas lega setelah jawaban ngawurnya diangguki oleh Nyonya Grizella.

"Oh ya kalian pasti hauskan? Bik tolong ambilin minum ya sama cemilan".

"Eh- enggak usah Nyonya". ucap Tania sopan.

"Panggil aja tante Mida". Nyonya Grizella alias tante mida tersenyum ramah.Sebagai jawaban Kania dan Tania mengangguk mengerti.

Tak lama setelah perkenalan singkat itu kini ketiganya sedang melemparkan candaan receh tapi mampu membuat mereka tersenyum bahagia sambil menikmati teh hangat.

_________________________

Welcome to my story. Ini cerita pertama aku. Semoga kalian suka ama ceritanya ya guys!:)

Jangan lupa tinggalkan jejak:v

Happy reding:*

Just TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang