Terkadang teriak adalah salah
satu media untuk
mewakilkan perasaan entah
senang sedih atau kecewa.
-TaniaAB-Seorang gadis sedang berjalan menelusuri lorong sekolahan.Ya gadis itu adalah Tania. Sosok ceria dan yang mudah bergaul dengan orang asing. Sesekali ia tersenyum saat disapa beberapa temannya. Sesampainya dikelas 11 Ipa 2 Tania langsung berteriak-
"GOTTEN MORGEN GUYSS!!!".
"Berisikk!!"
"Busettt!! ni bocah". Protes Willy selaku ketua kelas heran dengan sikap teman ajaibnya ini. Oh ya perlu kalian ketahui Willy itu laki-laki hanya saja namanya perempuan. Sedangkan Tania hanya tersenyum menunjukan wajah wwtbnya (wajah-wajah tak berdosa).
"Eh curut kalo mau teriak-teriak jangan disini. Sono loh dihutan ama tarzan". Baru saja Tania mendudukan bokongnya sudah diceramahi oleh Rania fariza teman sebangkunya sekaligus sahabatnya.
"Cielahh bagi gue hidup tanpa teriak-teriak itu rasanya hambar cuyy". Ucap Tania sambil menjelentikan jarinya didepan Rani. Sedangakan yanh memdengarkan hanya mengeleng-geleng pasrah.
"Bacot lu pada. Udah pada ngerjain tugas belum?". Tanya Rahma Ainiys Auliya sahabat Tania juga yang duduk didepan Rani. Sontak kedua gadis itu menoleh menatap Ainiys atau yang lebih sering dipanggil Aini.
"Oh iyh lupa Gue". Tania menepuk jidatnya sendiri.
"Yee emang sejak kapan elo kagak lupa kalo ada pr". Ucap Rani menelonyor kepala Tania diikuti Aini lumayan dapat tonyoran gratis wkwk.
"Emang lo udah selesai" tanya Tania memasang wajah heran pasalnya Rani begonya 11 12 lah dibandingkan Tania beda sama Aini yang dari dulu udah pinter. Sebenarnya Tania itu tipe orang yang pinter hanya saja dia selalu malas jika menyangkut pr. Dan Tania selalu masuk peringkat sepuluh besar. Bisa dibayangkan nggak pinternya gimana. Emang dianya aja yang agak tolol dikit.
"Ya belom lah". Jawab Rani dengan entengnya yang malah mendapatkan tonyoran dari Tania lalu disusul Aini yang hanya cekikikan melihat kedua sahabatnya yang saling tonyor menonyor.
"Sama aja bege". Ujar Tania frustasi.
"Kesannya biar beda sama elo. Eh btw dari tadi si Ain kok ikut-ikutan main nelonyor pala kita ya".
"Iya ya tadi dia juga nelonyor pala gue".
Kini tatapan Tania dan Rani beralih pada gadis cantik dengan tatapan horor. Merasa akan mendapatkan mala petaka Aini gelagapan mencoba ngeles.
"Eh ka-kalian kan belum nyalin tugas. Ni liat punya gue aja". Ucap Aini menyodorkan buku biologi.
"Thanks lo emang sahabat terbaik kuh". Kata Tania yang kebarus lebay. Lalu mereka ngebut menyalin tugas sebelum Bu Revia datang. Sedangkan Aini bisa bernafas lega sekarang karena terhindar dari bahaya maut.
Bel istirahat telah berbunyi membuat para siswa siswi menyerbu kantin termasuk juga Tania dkk. Setelah memesan makanan mereka mulai bergosip ria.
"Eh ada berita hott!!". sontak Tania dan Rani menoleh penasaran ke arah Aini.
"Berita apaan si". Balas Tania judes karena ia lebih memilih menikmati makanan favorite nya yaitu nasgor.
"Katanya sih bakalan ada murid baru".
"Serius lo? cowok apa cewek". balas Rani heboh pasalnya dia nomer satu jika urusan cowok.
"Gue harap si cowok aja kalau cewek tu ribet urusannya". Ujar Tania yang
masih fokos sama makanannya."Ribet gimana ya".
"Ya ribet aja, gimana kalau orangnya alay lebay bin jablay. Hayoo ribet kan lu pada!!".
"Ga punya kaca ya lu?! elo kan juga alay". Ujar Rani
"Iya ni Nia. Ga sadar diri emang".
"Sekali lagi lo bilang gue alay. Habiss rambut elo pada". Tania menatap tajam dua tuyul dihadapannya eh maksudnya dua insan. Memvuat Aini sontak memegang rambutnya seraya mengeleng-gelengkan kelapanya alias kepalanya wkwk.
"Tapi emang bener kok murid barunya cowok".
"Lo tau dari mana ni".Heran Rani pada Aini yang selalu mendapatkan berita-berita hotss.
"Rani sayangg udah gue bilangkan kalo nama kita belakangnya ni jadi kalau manggil yang bener dong". Balas Tania sengit.
Rani hanya terkekeh mendengarnya. Pasalnya emang benar nama mereka bertiga ada 'ni' nya jadi kalau manggil Tania itu nia, Rani itu Ra dan Aini itu nis dan ini sudah disetujui sama tiga semprul itu.
"Lo lupa ya Ra gue kan anaknya Bapak Wirawan Hatta selaku kepala sekolah disini". ujar Aini dengan bangganya.
"Oh iyh lupa". Rani langsung menepuk jidatnya sendiri yakali jidatnya kepala sekolah. Sedangkan Tania hanya memutar bola matanya malas.
"Udah-udah bel kematian bentar lagi bunyi nih". Ucap Tania dan diangguki kedua sahabat tololnya. Lalu mereka masuk ke kelas dan mengukuti pelajaran matematika. Bagi seorang Aini itu adalah suatu hal menyenangkan. Tapi bagi seorang Tania dan Rani sama saja mereka masuk kedalam neraka.
______________
Jangan lupa vote ya!!!
Happy reading guys:)

KAMU SEDANG MEMBACA
Just Time
Teen FictionSetiap orang yang menginjak remaja atau dewasa pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Karena cinta bisa tumbuh karena terbiasa seperti kebanyakan orang dengar 'Witing tresno jalaran saka kulina'. Akankah ia dipertemukan kembali kepada tema...