Vote nya jangan lupa! sebagai bentuk apresiasi kalian oke!
©©©
"Aduhh..capeknya cuman bersih bersih ginian doang! bisa ampe gini."gerutu Jeyhan.
Kini jam menunjukkan pukul setengah sembilan yang berartikan jam pelajaran ketiga akan segera dimulai. Jeyhan meluruskan kakinya yang terasa pegal.
"Lemah! cuman gituan doang ngeluh, Cuih!"sahut Bintang mendecih. ia memang mendengar keluhan Jeyhan karena memang tak jauh dari dirinya dan Jeyhan yang sedang duduk dikursi koridor.
"Lemah emak lo jumaidah! capek anjir, lo mah enak ya cuman ngelap kaca doang bangke."ucap Jeyhan yang melirik Bintang tajam.
"Brisik banget sih! Jeje buruan di pel bagian sininya!?"titah Rafael yang baru datang membawa sebuah pel dan ember yang berisikan air sabun.
Jeyhan mengehela nafas pasrah. Jeyhan berdiri dan menuju tempat yang ditunjuk Rafael untuk ia pel.
"Lo ngapain disitu?"tanya Rafael yang melihat Bintang diam berdiri dengan sebuah kain basah. Bintang menatap kain basah dan Rafael bergantian. Sedetik kemudian ia menghela nafas kasar. "Iya iya ini mau lanjutin yang tadi."ujarnya.
Rafael yang tadinya ingin menghampiri Gabriel yang sedang mencuci kain pel satunya terhenti.
Drrtt..drrtt..ddrtt..
Ponselnya bergetar, dengan cepat ia merogoh sakunya dan meraih ponselnya.
"Hal-"
"El suruh temennya sicewek bar bar yang tadi kesini buru!"titah seseorang disebrang sana yang tak lain adalah Rayyan.
"Cewek bar bar?"beo Rafael.
"Yang bikin kita kehukum gini bego!"ucap Rayyan sinis.
"Ohh Fania yah? kenapa emangnya? lo dimana?" tanya Rafael seraya menyapu pandangannya sekitar.
"Ni cewek pingsan! buruan,dia di UKS"ucap Rayyan.
"Iya ini mau otw ke tempat temen temennya."jawab Rafael yang menuju toilet wanita.
"Eh Ray-"
tut tut tut...
Rafael mendengus menatap ponselnya yang sudah tak tertera nama Rayyan. telfonnya dimatikan sepihak.
Rafael mengangkat satu alisnya, mengingat ada nada kekhawatiran saat Rayyan menyuruh teman temannya Fania ke UKS. tak ingin memikirkannya Rafael mempercepat langkahnya menuju toilet wanita.
"Kapan beresnya sih?! perasaan udah dua jam pelajaran kita disini deh,"keluh Putri seraya menyerka keringat yang membasahi pelipisnya.
Arika memutar bola matanya malas. "Brisik! cepet selesein,"ujarnya ketus.
"Iya iya gitu doang ngedragon anjir,"ujar Putri seraya menggelengkan kepalanya.
Nadiyah mengehela nafasnya. "Fania gimana yah? dia kan tadi cerita kalo belum sarapan, apa kuat tu anak."ujar Nadiyah yang membuat kedua temannya sontak menatapnya.
"Belum sarapan?"beo Arika. Nadiyah mengangguk sebagai jawaban'iya'. "Ini semua tu gara gara tu guru mak lampir!? Awas aja kalo sampe Fania kenapa napa bales!"celetuk Putri dengan nafsu. Nadiyah mengacungkan jempolnya.
"Bego banget sih tu anak! udah dibilang suruh sarapan kalo pagi. batu banget,"cibir Arika. Arika tau mungkin Fania sudah diuks saat ini,, mengingat anak itu memiliki penyakit maag.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFAN
Teen FictionBerkisahkan kedua remaja yang memiliki sifat yang berbeda dimana Rayyan yang memiliki sifat dingin karena masa lalu nya yang kelam. Dia dipertemukan dengan Fania sang cewek bar barr yang bisa mencairkan hati sang most wanted sekaligus kapten basket...