Seperti hal-nya kupu-kupu, mereka terlihat cantik karena warnanya sendiri, bukan? Tidak melulu harus kuning hitam, biru merah muda atapun jingga kemerahan.
Begitupun halnya dengan perempuan di bumi. Bagaimana pun bentuk matanya, berapapun angka timbangannya, atau apapun yang melekat pada kulitnya, mereka memiliki warna tersendiri sehingga terpancar kecantikannya.
Yang perlu dibenahi hanya kacamata pandang kepada diri sendiri. untuk bagaimana kita bersyukur, tidak membanding-bandingkan kenapa dia begini aku begitu, juga tidak merasa rendah diri pada sesuatu yang orang lain punya- kamu tidak.
Daripada lelah mengikuti standar cantik yang dibuat oleh manusia, bagaimana jika kita mengikuti standar cantik yang dibuat pencipta? letaknya ada pada kemuliaan hati. Rupanya abadi, tidak terhapus meski waktu kian hari kian berganti.
syifadef
Bandung, 25 April 2020
YOU ARE READING
Separuh Rembulan
Short StorySebuah kumpulan cerita pendek dari seorang puan yang bisa kau sebut dengan Separuh Rembulan. Selamat menikmati, selamat berlarut dengan hikmah yang tersaji :)
