Diantara senyapnya malam, ketika tuan-nya sudah tertidur pulas. Ada hal yang membuat si sulung Telunjuk penasaran, sehingga bertanya pada Ibu Jari.
"Bu, Aku memiliki 2 pertanyaan. Yang akhir-akhir ini sering sekali menganggu isi kepalaku."
"Apa pertanyaanmu?"
"Pertama, Kenapa dulu- waktu kecil aku tidak takut terjatuh, tapi setelah tumbuh dewasa aku takut sekali jatuh?"
Ibu Jari tersenyum, seraya membalasnya halus.
"Jawabannya; karena ketika kamu masih kecil, kamu tidak pernah peduli apa kata orang. Kamu juga tidak pernah berasumsi macam-macam akan jatuh sedalam apa. Berani melangkah dengan gagah layaknya tokoh kesatria dongeng."
Telunjuk merenung. isi pikirannya berkelumit dengan kilas-kilas balik. Sampai akhirnya Ibu jari melayangkan pertanyaan.
"Apa pertanyaan keduamu?"
"Pertanyaan keduaku adalah, siapakah dibalik sosok Bapak Jari?"
Ibu Jari terdiam.
YOU ARE READING
Separuh Rembulan
Historia CortaSebuah kumpulan cerita pendek dari seorang puan yang bisa kau sebut dengan Separuh Rembulan. Selamat menikmati, selamat berlarut dengan hikmah yang tersaji :)
