Ada dua nikmat yang kerap kali menipu penduduk bumi. Namanya; waktu sehat dan waktu luang.
Aku bertanya pada diriku sendiri perihal ini.
Apakah kedua nikmat tersebut sedang bersamaku? Jika jawabannya adalah iya, lantas berapa ayat yang sudah terbaca? berapa banyak amalan sunnah yang sudah dikerjakan? berapa buku yang sudah dilahap? berapa banyak beban keluarga yang berhasil diringankan? atau berapa banyak kamu memberikan kebermanfaatan?
Aku terdiam sejenak.
Selama ini aku selalu beralasan sibuk sehingga tak satupun ayat yang terbaca, shalat mundur jauh dari waktunya, atau bahkan sampai menolak titah orangtua.
Dan ketika Allaah hadirkan waktu luang, kerjaanku cuma scrolling sambil rebahan. Menuliskan ungkapan "bosan" pada seluruh linimasa, tanpa tau ternyata ada banyak potensi kebaikan yang bisa didapatkan dari waktu luang.
Jadi jika selama ini alasanku adalah sibuk, sekarang apa lagi sehingga tidak menyegerakan kebaikan?
Astaghfirullaah. Mari berbenah wahai diri.
YOU ARE READING
Separuh Rembulan
Historia CortaSebuah kumpulan cerita pendek dari seorang puan yang bisa kau sebut dengan Separuh Rembulan. Selamat menikmati, selamat berlarut dengan hikmah yang tersaji :)
