SEBUAH PENYESALAN

103 17 2
                                        

"Maafkan diriku yang tak pernah mengerti akan luka hatimu sayang."

-kiano

"2 hari lagi den, acara tunanganku dengan kina akan berlangsung. HAH!!! " Kiano mengacak rambutnya frustasi.

"Yakin lah pada sang Illahi no, tanamkan kebiasaan itu pada hatimu!" Ujar Deni menenangkan kiano.

"Kenapa masalah selalu datang di hidupku den, kenapa!!"

Deni tak kuasa melihat rupa kiano yang sudah tak tertata rapi. Rambut berantakan, kemeja yang tak lagi putih karena darah dan keringat yang terus bercucuran.

"Kina pasti akan baik-baik saja no,percayalah."

Pelukan mereka pun bersatu.

"Sus, kalau saya boleh tau dimana kamar anak saya kina dirawat? " terdengar suara seorang wanita menyebutkan nama kina di ruang resepsionis.

Deni melepas pelukan kiano begitu mendengar suara yang tidak asing lagi baginya.

Lain hal nya dengan kiano yang hanya bisa diam melamun meratapi nasibnya. Tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.

"Tante fio.. "
Deni menghampiri fio sembari memberikan salam.

"Nak Deni, kamu ada disini? "
mereka pun bersalaman.

"Iya tan, kami yang membawa kina kemari," Jelas Deni.

"Ada apa dengan kina den? "
Wajah sabar dan penuh ketulusan itu terlihat khawatir. Membuat hati Deni terpukul.

"Kemarilah tan,"
Deni menuntun fio untuk duduk.

"Kina kecelakaan tan, sekarang ia sedang menjalani operasi karena kritis. "

Deg!

Setetes air mata pun akhirnya lolos dari mata indah fio. Badannya lemas mendengar kina yang sedang berada pada ujung kematian.

"Kamu berbohong den,itu bukan kina nak... " ujar fio yang tak percaya akan keadaan yang telah terjadi.

Terlihat senyum simpul yang menyakitkan dari wajah fio. Seperti berusaha melawan hati yang hampir rapuh dan kacau.

"Dimana kina nak, tante ingin menemuinya. Dan tante yakin disini tante tidak akan menemui kina, ya kan den? " Fio merancau pergi meninggalkan deni dan kiano.

Dan...

Buggg!

"Tan...tantee... "

Deni berlari membopong fio yang sudah tak sadarkan diri karena syok.

Ditempat lain..

Kiano melihat lampu indikator operasi telah padam, ia segera berdiri menunggu tepat didepan pintu operasi. Berharap kabar baik yang menjumpai nya.

Dan benar..
Tak lama kemudian suster keluar dari ruang operasi memanggil 1 orang penanggung jawab kina untuk masuk.

"Maaf, apa anda kerabat nyonya  kina?"

"I.. Iya Sus, saya kekasih nya."

"Baik Pak, silakan masuk kedalam."

Hati kiano terenyuh hancur menyaksikan kekasihnya dipenuhi oleh alat-alat medis.

"Baik Pak, saya akan menyampaikan kondisi nyonya kina sekarang. "

"Iya dok, kekasih saya baik-baik saja kan dok? "

"Walaupun operasi telah berjalan lancar, saya tidak bisa memastikan nona kina masih dalam keadaan selamat. Karena sampai sekarang ia masih ada dalam keadaan kritis. Mungkin perlu beberapa waktu untuk menunggu beliau sadar kembali."

Mendengar penjelasan dokter hati kiano terasa sangat sakit. Tak menyangka dia akan melihat kekasih nya berada pada ujung kematian.

Dengan perasaan penuh kasih kiano mendekat ke arah kina. Memandangi setiap sudut wajah nya yang sudah penuh dengan balutan perban.

"Kina...ku mohon bangunlah sayang..."

Tangis kiano semakin lepas, rasa takut kehilangan selalu membayangi nya.

Menggenggam erat tangan kina dengan penuh harapan.

"Maafkan aku kinaa!! Maafkan akuu!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maafkan aku kinaa!! Maafkan akuu!!"

#kina&kiano
#tentangcinta

   Karena aku ga sabar pengen cepet nglanjutin ceritanya. Jadilah sudah hari ini aku upload:)

Maaf kan kalau tidak bisa menghibur kalian, maklum masih pemula:"

See u next time🧡
Happy Reading.

  
 

Kina dan KianoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang