Mentari pun muncul dari tidurnya. Sinarnya pun masuk kedalam kamar Feli.
Feli pun yang mulai merasakan sinar matahari langsung menggeliat. Tetapi ia tidak bisa bangun karena ada sesuatu yang menahannya.
Ia pun membuka matanya dan baru mengingat bahwa ia tidur dengan Kak Chandra yang sudah menjadi suaminya tersebut. Tangan Chandra melingkar di pinggang Feli yang membuat Feli susah untuk bangun.
Ia pun menatap Chandra dengan seksama, melihat mata wajah yang bersih, bibir berwarna merah muda, bulu mata yang indah, alis yang tebal. Feli pun mulai merasakan jantungnya berpacu 2× lipat dari yang sebelumnya
'Kak Chandra cakep juga' batinnya dan terus melihat Chandra dengan saksama
'Nih jantung w kenapa sih, kek drum aja dag dig dug' batinnya
Ia pun berusaha untuk melepaskan pelukan Chandra dari pinggangnya, tetapi bukannya terlepas malah makin kencang. Ia pun membangun kan Chandra dengan perlahan tetapi Chandra menggeliat dan malah memperkencang pelukannya.
Feli pun berusaha membangunkan Chandra dengan mengusap pipinya, tetapi dia terkejut setelah memegang wajah Chandra, karena Feli merasakan Bahwa suhu badan Chandra panas.
Ia pun panik dan langsung bangun secara paksa. Ia memengang jidat Chandra sambil berusaha membangunkannya.
"Kak, kak, kakak panas. kita kerumah sakit ya kak." ucap Feli sambil menepuk tangan Chandra. Chandra pun yang hanya merespon dengan gelengan.
"Yaudah aku panggil dokter aja ya, kakak panas banget lo kak, aku takut kenapa-Kenapa" ucap Feli panik, yang membuat ia mengeluarkan cairan bening dari matanya sedikit. Wajar saja, ia takut karena di rumah ini hanya mereka berdua.
"Ga, saya ga mau" ucap Chandra yang masih saja menutup matanya dan napas yang tidak teratur
"Yaudah aku ambil air panas dan kain aku kompres, sama kotak P3K" katanya, tetapi ketika ia ingin turun dari tempat tidur, Chandra memengan tangan Feli.
"Jangan pergi" Ucap Chandra Setengah sadar.
"Ga kok, aku ga kemana-mana, kebawah sebentar aja kak." sambil melepas tangan Chandra dan langsung turun kebawah.
Sesampainya ia dibawah, ia bertemu seorang sepasang suami istri yang kira-kira umurnya 45 tahun, dan pemuda yang kira-kira 20 tahun
"Pagi nona" ucap mereka bersamaan.
"Pagi" balasnya sambil bingung
"Saya bibi Ajeng, dan ini suami saya pak Raden. Pemuda ini Atala" kamu di minta nyonya Sarah untuk membantu non sama tuan Chandra disini" kata Bi Ajeng.
"Saya Feli. Maaf bi, apakah bisa bibi menghubungi dokter langganan keluarga Chandra, Kak Chandra sedang sakit tetapi tidak mau di bawah ke rumah sakit." ucap nya panik
Mereka melihat Feli panik pun langsung dengan sigap membantu Feli, Atala menelfon dokter, Pak Raden mencarikan obat, dan bibi dan Feli mengambilkan air panas dan kain untuk menggompres.
Mereka tau karena Feli masih sangat muda dan butuh banyak bantuan. Dan terlebih lagi Feli sangat terlihat ketakutan dan pucat.
Setelah Feli mendapatkan semuanya, Feli meminta Bi Ajeng untuk ikut bersamanya. Mereka pun ke atas dan memasuki kamar Feli.
Bi ajeng yang sudah tahu harus melakukan apa, mengarahkan Feli untuk menggompres kepalanya dan membuka selimut nya. Sementara bi Ajeng mengambil air untuk Chandra.Feli pun yang mendengarkan arahan Bi Ajeng langsung melakukannya. Ia pun menaruh kepala Chandra di pahanya, agar ia mudah mengompres kepalanya.
Tak lama kemudian Dokter dari keluarga Chandra datang dan langsung memeriksa Chandra.
"Chandra hanya demam biasa, mungkin karena penyakit maah dan kelelahan. Saya akan suntikan vitamin. Ini resep obatnya. Harap nanti di berikan kalau sudah sadar dan jangan lupa memberikan dia makan." kata dokter tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Relationship
Teen FictionBisakah kalian bayangkan jika seorang gadis kelas 3 SMA yang berumur 17 tahun dijodohkan dengan seorang pemuda berumur 21 yang bekerja sebagai seorang CEO di suatu perusahaan ternama. Hubungan mereka berkali-kali dilanda masalah, baik oleh masa lalu...
