Feli pun setelah memberikan nomornya kepada Atas langsung bergegas berjalan ke atas menuju kamar. Dia pun langsung memasuki kamar dan menyakitkan kepada Chandra kenapa ia memanggilnya. Tetapi tidak dibalas apa-apa oleh Chandra. Feli pun menanyakan kembali tetapi tetap tidak balas oleh Chandra.
Feli pun yang bingung hanya bisa duduk di atas tempat tidurnya dan memperhatikan Chandra yang sedari tadi fokus bermain dengan PS4 nya. Setelah beberapa lama, Chandra pun akhirnya membuka suara.
"Kenapa lama?" tanya Chandra singkat
"Ngasih uang ke Atala sambil nunjukin kamarnya." jawab Feli
"Trus"-Chandra
"Ga ada lagi"-Feli
"Kenapa lama?" tanya Chandra dingin dan menahan emosi.
"Ngobrol sebentar doang." -Feli
"Trus"-Chandra
"Ga ada lagi kak..." balasnya
"Serius" -Chandra. Dengan nada ketus
"Iya, kakak kenapa sih." balasnya kesal
"Kok kamu kezel sih, aku nanya baik-baik Fel" balas Chandra ketus sambil menatap Feli. Feli pun hanya diam ketika melihat muka Chandra seperti menahan emosi
"Harusnya aku yang dong kesel" lanjut Chandra
"kesel kenapa sih kak?" -Feli sambil mengerutkan dahinya.
"Udah pikun atau pura-pura ga tau biar ga ketahuan?" nada Chandra sedikit naik.
"Apa sih kak. Aku ga ngerasa ngapa-ngapain." jawabnya. Chandra pun tertawa tetapi seperti orang marah (pura-pura ketawa gitu loh)
"Ngobrol bentar doang, hahah bisa disebut bentar kah sampai-sampai lupain suami sakit Hah?!. harus di telpon dulu baru naik keatas kan? Bukannya langsung naik malah tukeran nomor Hp. Hebat banget aku kasih kamu tepuk tangan nih sama jempol. INGET KAMU TUH ISTRI AKU GA USAH DEKETIN COWO LAIN. NGERTI G!!!" ucap Chandra, tanpa sengaja ia meluapkan emosinya.
Feli pun yang mendengar itu merasa sakit dihatimu karena perkataan Chandra. Ia hanya dia dan menunduk, ia tidak mau memperhatikan Chandra karena muka Chandra yang sangat marah membuat ia segan untuk melihatnya.
Tanpa Feli sadari setetes air mata lolos dari matanya dan ia pun menangis. Melihat hal itu pun Chandra mengacak-acak Rambutnya Frustasi dan berteriak. Tak tega melihat Feli menangis ia pun langsung memeluk Feli dan meminta maaf.
"Maaf" ucap Chandra. Tetapi tidak ada balasan dari Feli. Ia masih menangis dan memberontak saat Chandra memeluknya. Chandra pun semakin mengeraskan pelukannya sambil terus meminta 'maaf' kepada Feli.
Ketika Chandra merasa bahwa Feli tenang ia pun melepaskan pelukannya.
"Fel" ucap Chandra lembut. Tetapi tidak ada balasan dari Feli.
"Maaf ngebentak lo Fel" Sambil memegang tangan Feli. Feli pun mulai memberikan diri untuk melihat Chandra.
"Kakak kenapa tiba-tiba marah" tanyanya dengan napas sesegukan
"Aku ga suka liat kamu deket ama Atala" jawab Chandra. Feli pun melihat mata Chandra dan tidak melihat ada kebohongan.
"Tapi kan aku nganggepnya cuma temen kak, kenapa kakak kepikiran begitu" jawab Feli halus
"Aku ngeliat kamu deket ama dia, dan kamu pernah bilang bahwa Atala pemuda tampan kan" ucap Chandra
"Aku cuma nganggep teman baru doang kak, ga ada yang lain. Dia minta nomor hp karena pengen cerita aja, ga da maksud lain kak." jelas Feli. Chandra pun yang mendengar itu langsung memeluk Feli dan meminta maaf.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Relationship
Teen FictionBisakah kalian bayangkan jika seorang gadis kelas 3 SMA yang berumur 17 tahun dijodohkan dengan seorang pemuda berumur 21 yang bekerja sebagai seorang CEO di suatu perusahaan ternama. Hubungan mereka berkali-kali dilanda masalah, baik oleh masa lalu...
