10

234 8 2
                                        

Bel istirahat berbunyi,semua siswa berhamburan keluar kelas karena tak kuasa menahan hujatan cacing yang sudah demo minta diberi asupan

Seperti biasa Manda,Tristan,dan Sara berjalan menuju kantin,mengisi perut mereka dengan makanan yang sehat dan bergizi,4 sehat 5 sempurna

Sesampainya dipintu kantin,Manda tiba-tiba mendadak berhenti,membuat Tristan dan Sara mau tak mau juga mengikuti

"Ada apa Manda cangtip" Tanya Tristan dengan logat alaynya

Manda tetap diam tak menjawab,Sara yang peka pun mengikuti arah pandang Manda,dan disana dia melihat Genta bersama teman-temannya,tapi ada yang lain,seorang gadis yang duduk disebelah Genta sembari memegang lengan Genta manja

"Ssstt Tan liat tuh" Sara mengode Tristan untuk melihat arah pandang Manda,Tristan pun mau tak mau juga mengikuti dan dia ikut membulatkan matanya sebelum akhirnya Tristan bernyanyi dan merangkul Manda untuk duduk dimeja kantin

"Harusnya aku yang disana,dampingi mu dan bukan dia,harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia" Manda menatap Tristan tajam sedangkan yang di tatap pura-pura tak tau sembari bersiul-siul kecil

"Gini kalo kecil nya di kasi air campuran micin,jadi gila,temen sendiri sedih bukannya di hibur malah di ledekin" Sara mengompori Manda agar marah pada Tristan

"Jan jadi kompor lah anjir" Sara mengendikkan bahu dan mengusap bahu Manda lalu beranjak dari tempat duduk untuk memesan makanan

"Ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain,betapa dalamnya terluka hatiku"

"Ebuset plis de Manda yang cakep tak terkira kenapa si anjir ribet bener idup lo" Tristan ngomel melihat Manda yang menyanyi sembari memegang dadanya dan melihat ke arah Genta. Dramatis.

"Sakit nya tuh disini bwang" Manda makin dramatis membuat Tristan ogah menjadi tatapan semua penghuni kantin dan meninggalkan Manda

"Gini nih punya temen minus adab udah nih,temen berduka bukannya di bikin suka malah ditinggal" Manda pun mengambil sumpit di atas meja berniat untuk melemparkannya ke Tristan

Syunnggg...TUK!!

"AW" ringis seseorang,mampus salah sasaran

Manda pun wanti-wanti takut yang kena adalah kaka kelas galak, dan setelah dilihatnya itu adalah Keenan

"Manda ku sayang ku cinta ku jaga dan ku bela,bisa ga sehari aja tuh idup mu kalem adem ayem,gausa liat barang auto lempar sana sini,untung yang kena Keenan ganteng,kalo yang lain gimana?" Celotehan Keenan diacuhkan Manda dengan melihat ke sekeliling kanting memasang wajah polos tak berdosa

"Oy anjing gua ngomong sama lu ya" Keenan mengeraskan suara nya membuat Manda menoleh dan nyengir kuda

"Eh ada Keenan,kapan sampe sekolah Nan? kok tadi ga masuk kelas hehe" Manda berusaha santai dan ramah tamah agar Keenan tak marah padanya

"Nyenyenye,badak aer di kasi matahari mati kaga tuh,kan kering" Manda pun mengendikkan bahunya tak tau dan kembali nyengir kuda

"Ckck untung lo adek unyu nya Keenan cakep ini,kalo ga udah gua jadiin pajangan museum lo" Keenan masih nyerocos tak jelas karena ulah Manda,sedangkan Manda hanya nyengir kuda

"Tumben lo sekolah,cape bolos ape gimana?" Manda bertanya pada Keenan yang dari tadi memainkan sumpit.

"Eh kutu kupret,udah sukur nih babang Keenan ganteng masuk sekolah,gausah tanya-tanya lah nanti hasrat bolos gua datang lagi" Manda yang mendengar jawaban Keenan pun geli dibuatnya

"Hasrat-hasrat lo kira apa anjing" Keenan langsung menatap Manda datar

"Heh mulut lo ya. Ini yang diajarin sama hutan temen lo itu?" Manda pun terdiam,mati kutu.

My Ice BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang