Part 6 | Perasaan❣

15 1 0
                                    


Tring....

Bunyi suara alarm HP Alena. Alena terbangun mendengar suara alarm yang sudah diatur nya tadi malam sebelum tidur. Alena duduk beberapa menit, sambil mengucek-ngucek matanya untuk mengumpulkan kesadarannya. Setelah itu Alena pun berdiri dan beranjak ke toilet untuk melakukan ritual mandinya.

Setelah selesai Alena pun menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan.

"Udah bangun kebo!" Ucap Andre heran melihat Alena selalu yang terakhir. Alena yang mendengarnya segera menatap kearah meja makan. Tatapan Alena terhenti kepada pria yang sangat dikenalnya yaitu Nathan yang sedang duduk manis di samping Andre.

"Kak Nathan," Sapa Alena. Nathan pun menatap Alena dengan senyum tipis.

"Makan gih," Ujar Andre sambil menunjuk makanan diatas meja. Ada roti tawar, selai, dan tiga gelas susu putih. Alena pun tersenyum dan segera menghampiri mereka dan duduk tepat didepan Nathan.

"Tumben kakak mau buat sarapan-" Ucap Alena tak menyangka, " Biasanya kan Alena,"Lanjut Alena sambil mengambil roti tawar dan mengoleskan selai stroberi diatasnya.

"Bukan Gue yang buat," Jawab Andre yang dibalas tatapan Alena, " Nathan yang bawa," Lanjut Andre sambil menunjuk Nathan dengan dagunya.

"Seriusan?," Ucap Alena tak menyangka, "Makasih kak," Lanjut Alena dengan senyumnya. Sebenarnya Alena merasa malu, seharusnya kan Ia sebagai pacar Nathan, yang membuatkan sarapan kepada Nathan.

"Hm," Balas Nathan singkat, dan melanjutkan aktivitas nya memakan roti yang berada di tangannya.

Setelah selesai sarapan Alena dan Nathan pun pamit kepada Andre, seperti biasa Nathan memasangkan helm kepada Alena, begitupun Alena yang masih belum terbiasa dengan sikap manis dari Nathan, terkadang Alena bertanya-tanya mengapa Nathan bersikap manis kepadanya, dan menerimanya menjadi pacar karena Alena tahu bahwa Nathan adalah cowok yang sangat sulit ditaklukan.

☘☘☘☘☘

Tasya menyenggol tangan Alena, " Kenapa?," Tanya Alena kepada Tasya.

"Itu Nathan lagi berdua sama cewek," Tunjuk Tasya kearah dua orang yang sedang berdiri berhadapan dari kejauhan. Alena pun menyipitkan matanya, dan terlihat Nathan dan cewek di hadapannya.

Reina dan Tasya pun menarik Alena untuk mendekat kearah Nathan dan sembunyi dibalik pohon yang berada disamping Nathan.Mereka pun menguping pembicaraan dua orang itu.

" Nathan Gue sukak sama Elo," Ucap wanita itu, Nathan hanya menatap wanita dihadapannya tanpa ekspresi yang seharusnya dia rasakan saat ini.

"Gila tu cewek, udah tau Nathan punya cewek," Ucap Reina dengan bisikan.

"Penasaran Gue, gimana jawaban Nathan," Lanjut Tasya.

Nathan menatap wanita yang kini sedang dihadapannya, wanita itu masih menunggu jawaban dari Nathan.

"Gue udah punya cewek!" Jawab Nathan. Wanita itu masih terpaku, Nathan pun beranjak meninggalkan wanita itu, namun wanita itu menahan tangan Nathan untuk pergi.

"Gue bisa jadi yang kedua," Ucap wanita itu tak tau malu.

"Dasar cewek murahan!" Tegas Nathan dan menepis tangan wanita itu dan pergi begitu saja.
Wanita itu masih diam terpaku, dengan mata yang berkaca-kaca.

"Gila sangar banget Nathan," Ucap Tasya melihat kejadian itu. Alena hanya diam.

☘☘☘☘☘

"Gimana perasaan Lo, sama kak Nathan?," Tanya Reina. Namun, tak ada jawaban dari Alena.

"Lo masih sukakan sama kak kevin," Tanya Tasya yang mulai membuka mulut.

"Gue juga nggak tau," Jawab Alena. Tasya dan Reina pun menatap Alena binggung.

"Nggak tau gimana?" Tanya Reina.

"Ciri-ciri sukak sama cowok itu gimana sih?" Tanya Alena balik. Tasya dan Reina yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak. Alena yang mendengar tawa temannya semakin kesal.

"Masak Elo nggak tau," Jawab Tasya kemudian melanjutkan aksi tawanya.

Reina menahan tawanya, "Ciri-ciri sukak sama cowok itu, Elo selalu ngerasain perasaan aneh-" Jawab Reina, Alena pun menatap Reina binggung, "Contohnya, setiap Elo dekat sama dia, detak jantung Lo nggak karuan," Lanjut Reina.

"Idih, Kayak Lo perna jatuh cinta aja!" Ejek Tasya. Reina pun menatap Tasya sinis.

" Iya sih, Gue setiap dekat sama kak Nathan juga gitu," Ucap Alena. Reina dan Tasya pun menatap Alena lama.

"Serius Lo?" Tanya Tasya memastikan. Alena pun membalas dengan anggukan.

"Kalau sama kak Kevin gimana?, " Tanya Tasya lagi. Alena hanya terdiam.

"Menurut Gue ya, Lo itu cintanya sama kak Nathan, dan perasaan Lo ke kak Kevin itu hanya perasaan nyaman, sebagai sahabat," Jelas Reina panjang lebar.

"Cie... salah loker membawa berkah," Goda Tasya.

"Apaan sih," Balas Alena kesal.

☘☘☘☘☘

"Hai kak-" Sapa Alena kepada Nathan. Nathan pun menoleh," Udah lama nunggu?," Lanjut Alena.

"Nggak kok," Jawab Nathan.

Nathan pun segera memasangkan Alena helm seperti biasa. Alena lagi dan lagi belum terbiasa dengan sikap Nathan kepadanya. Jantungnya berdetak kian cepat, pipinya merona, dan memanas.

"Apa benar ya gue cintanya sama kak Nathan-Batin Alena.

" Pegangan," Ucap Nathan membuat Alena tersadar dari lamunannya.
Alena pun berpengganga pada pundak Nathan. Nathan pun segera menyalakan motor dan tancap gas menuju rumah Alena.

______________________________________

GIMANA PART INI? KEPENDEKAN?

GAK PAPALAH BIAR TAMBAH GREGET^^

WKWKWK:V

ENJOYY🔥🔥🔥

Tinggalkan jejak🐾

Vote & coment❤

IchaHazell_

30 April 2020

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 11, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NATHAN √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang