First meet

483 42 3
                                    

The Reason

Naruto Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: T+

Genre: Drama, Romance, Hurt/Comfort

Main Pair : -

Main Cast: Naruto U, Sasuke U, and other

Warning!!!: Gender Switch, OOC!OOC! ALUR GAJE, MISS TYPO DAN MASIH BANYAK KEKURANGAN LAINNYA!

Alternatif Universe

Out of character!!!!!!

.

.
Chapter 3: First Meet

Naruto Namikaze seorang gadis berambut pirang keemasan menghela nafasnya berkali-kali. Gadis itu melamun di tengah pelajaran. Sikapnya tidak lepas dari pandangan Hinata yang duduk di belakangnya.

Kakashi- sensei sibuk menjelaskan rumus matematika yang rumit di depan. Tidak berapa lama bel pulang sekolah berbunyi. Kakashi - sensei membereskan buku-bukunya.

"Baiklah sampai disini pelajaran kita, jangan lupa tugas kalian halaman 69 kerjakan 30 butir soal." Kakashi mengatakan itu sambil tersenyum dengan mata yang menyipit.

Murid yang mengerti arti tatapan itu 'kerjakan itu kalau tidak, kalian akan mati' hanya merinding .

"Terima kasih untuk pelajarannya hari ini sensei." Jawab murid kelas dengan serempak.

Kakashi meninggalkan kelas di susul beberapa murid yang sepertinya terburu - buru untuk pulang. Naruto masih setia menopang dagunya dan menatap ke arah luar jendela. Dia tidak menyadari kalau sudah pulang.

Brakkk!

Pukulan di meja Narto sukses mengagetkan dirinya, pelakunya adalah Tenten.

"Yak! Apa yang kau lakukan! Kau mengagetkan aku!" Teriak Naruto nyaring.

Tenten dan Hinata beradu pandang. Hinata memegang kening Naruto, "Tidak panas," gumamnya pelan namun masih di dengar oleh Naruto.

"Hey!" Menepis pelan tangan Hinata yang di keningnya. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Naruto lagi.

Tenten melipat kedua tangannya di dada, "Harusnya kami yang bertanya, ada apa denganmu dari tadi kau melamun terus dan menghela nafas seakan - akan kau akan mati besok. Bahkan kau mengabaikan pelajaran guru killer itu."

Naruto mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati hanya mereka bertiga yang ada di kelas. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Maafkan aku." Hanya itu saja yang keluar dari mulutnya.

"Jadi?" Hinata bertanya serius kepada Naruto.

"Maafkan Hinata, sepertinya aku tidak bisa menemanimu pergi untuk mencari kado," Naruto mengatakan itu sambil melihat Hinata dengan mata yang berkaca-kaca. Terlalu berlebihan.

"Jadi karena itu kau melamun dan mengabaikan pelajaran guru killer itu? Untung saja mood nya bagus kalau tidak mungkin kau sudah di tendang dari kelas," Hinata menjawab itu sambil menjitak kepala Naruto.

Naruto hanya bisa meringis dan mengusap kepalanya.

Tenten menyeringai, "Ah pasti si pinky membuat mu dalam situasi yang tidak mengenakkan lagi kan?"

The ReasonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang