The Reason
Naruto Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rate: T+
Genre: Romance, Hurt/Comfort
Main Pair: -
Main Cast: Naruto U, Sasuke U, and other
Warning!!!: Gender Switch, OOC!OOC! ALUR GAJE, MISS TYPO DAN MASIH BANYAK KEKURANGAN LAINNYA!
Alternatif Universe
Naruto bergelung di selimutnya, dia terserang demam. salahkan dia yang seenaknya bermain hujan kemarin. Dia juga heran mengapa musim dingin di bulan Januari bisa turun hujan, ah ini pasti efek pemanasan global maka dari itu cuaca jadi tidak menentu. Naruto masih mengingat raut wajah khawatir Umino Iruka sang kepala pelayan yang melihatnya basah dengan muka yang membiru. Naruto jadi merasa bersalah karena membuat Iruka khawatir.
Terlihat pintu kamarnya yang terbuka dan muncul orang yang tak Naruto harapkan, orang itu adalah ibunya. Sebenarnya dia senang melihat ibunya tapi dia tidak ingin merepotkan atau mungkin Naruto tidak ingin kena marah.
"Okaa-chan sedang apa disini?"
"Seharusnya Kaa-chan yang bertanya. Mengapa hujan-hujanan pulang sekolah? apa para supir itu tidak becus untuk menjemput putri Kaa-chan?" Omel kushina.
Naruto hanya meringis mendengar perkataan ibunya, bisa berbahaya kalau ibunya sampai marah. "Bukan seperti itu Kaa-chan. Aku yang tidak ingin di jemput, jadi jangan memarahi supir."
Kushina hanya mendengus mendengar pembelaan putrinya. Dia khawatir setengah mati mendengar dari Iruka kalau Naruto pulang dalam keadaan basah kuyup. Sesampainya di rumah, Kushina langsung menuju kamar putrinya dan dugaannya benar kalau Naruto terserang demam. Dengan telaten Kushina mengompres kening Naruto, begadang semalaman menunggu sampai demam anak gadisnya turun.
"Sekarang sarapan, minum obat lalu istirahat lagi. Kau tidak akan ke sekolah hari ini." Putus Kushina. Dia tidak ingin melihat sakit putri bungsunya semakin parah.
Naruto mengangguk pasrah tidak ingin membuat ibunya khawatir, lalu memakan sarapan yang di bawakan ibunya. Bubur itu terasa pahit di lidahnya. Dia mengernyit tidak suka dan ingin memuntahkannya, namun niatnya di urungkan karena melihat tatapan Kushina. Sekarang Naruto menyesal karena bermain hujan.
***
Sudah tiga hari Naruto tidak sekolah dan tiga hari itu juga Naruto dan Sakura tidak saling mengirim pesan, peristiwa di toilet yang tidak mengenakkan ternyata masih membekas di hati masing-masing.
Naruto memasuki gedung sekolah dengan perasaan campur aduk. Dia berpikir pasti Sakura masih marah padanya. Anak itu memang tak pernah bersikap dewasa.
Di koridor sekolah, Naruto dan Sakura hanya saling melewati seolah-olah tidak saling mengenal. Naruto hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sakura.
Naruto memasuki ruang kelas XII - B, sebentar lagi pelajaran akan di mulai. Membuka tas lalu mengeluarkan buku kimia, hari ini akan ada presentasi di kelas, dia mengetahui itu dari Hinata dan Ten Ten Mereka satu kelompok.
"Sudah sehat?" Ten Ten menduduki kursinya di belakang Naruto.
"Seperti yang kau lihat. Dimana Hinata?" Tanya Naruto.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Reason
Fiksi PenggemarLantai tempatnya berpijak seakan-akan berubah menjadi rawa yang siap membenamkannya hidup-hidup. Saat itu Naruto tahu, dunianya yang penuh dengan Pria itu sudah hancur. Lelaki yang ia sukai malah jadian dengan sahabat baiknya sendiri. Adakah yang le...