Hari ini cuacanya sangat tidak mendukung. Diluar hujan deras. Baik Izrel maupun James tidak bisa keluar di cuaca seperti ini. Mereka lebih memilih untuk mengurung diri di dalam rumah sampai hujan reda. Izrel dan James asik menyantap semangkok mie rebus sambil menonton film horror.
Izrel tampak tenang menyantap mie rebusnya, berbeda dengan James yang sesekali menghalangi matanya dengan mangkok mie yang dipegangnya. Izrel memang sudah biasa dengan film horror dan Izrel bukanlah gadis yang takut dengan hantu. Tapi, kakaknya James sangat penakut.
"Awas itu di belakang lo!"
Izrel menoleh ke kiri. Menatap kakaknya yang tengah menonton tapi mulutnya tak berhenti berbicara bahkan mangkoknya saja sudah ada di depan matanya. James ini mau menonton film atau melihat mangkok?
"Jangan noleh! Woy! Jangan noleh! Yaelah udah dibilangin."
Izrel terkikik geli. Menurutnya, James itu sangat lucu. Cowok yang tangguh dalam perkelahian namun menciut nyalinya jika berhadapan dengan yang namanya hantu.
"AARRGGHHH!"
Izrel memegang dadanya karena terkejut dengan teriakan James saat layar TV dipenuhi dengan wajah hantu. James bahkan melompat dari sofa dan alhasil mangkok isi mie rebusnya tumpah di sofa.
"JAMES!" pekik Izrel.
James menatap Izrel dengan nafas memburu, seolah ia baru saja berlari. Dia masih mengingat bayang-bayang wajah hantu itu. Kemudian, James menatap ke arah sofa yang tadi ia tempati.
Mata James membulat kala mendapati beberapa mie yang ada di atas sofa dan mangkoknya yang terbalik serta sofa yang basah akibat kuah mie. Kini, James beralih menatap Izrel. Gadis itu tampak begitu kesal dan siap menyerangnya kapan saja ia mau. Sebelum Izrel semakin kesal dan memukulnya, lebih baik James membersihkan kekacauan yang ia buat.
James mengambil mangkok yang terbalik itu dan mengangkat satu per satu mie yang ada di sofa. Izrel terus melihatinya tanpa kedip. Ia tak ingin James lari dan membiarkan dirinya yang harus membersihkan kekacauan yang dibuat James.
Ponsel Izrel berdering. Izrel mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Matanya menatap layar ponsel yang dihiasi nama sahabatnya.
Letta's calling. . . .
Jari jempol Izrel mengusap tombol berwarna hijau. Izrel mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Halo?"
"Halo El? Di rumah ada James, nggak?"
"Ada kok. Kenapa?"
"Beneran ada di rumah? Lo yakin El yang lo lihat di rumah itu beneran James?"
Izrel mengernyit bingung. Dia menatap James lekat. Menatapnya dari atas kepala sampai ujung kaki. Kaki James menginjak lantai, itu berarti yang ia lihat ini nyata.
"Iya kok, beneran James. Memangnya kenapa?"
Terdengar helaan nafas lega dari seberang sana. Izrel semakin bingung. Apa Letta melihat seseorang yang mirip dengan James jalan dengan cewek lain? Atau Letta melihat hantu yang menyamar jadi James?
Okay, pilihan pertama mungkin yang terbaik.
"Gue pikir James lupa sama janjinya. Katanya, dia mau jemput gue dan makan siang bareng."
Izrel melotot pada James membuat James menatapnya bingung. Izrel menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Lo bikin janji sama Letta?" tanya Izrel dengan suara pelan.
"Janji?" James terlihat bingung. Sedetik kemudian, dia heboh sendiri.
"Oh iya! Gue lupa kalau gue bikin janji sama dia mau makan siang bareng."
Izrel memukul lengan James membuat James meringis pelan. Dia takut jika ia berteriak lalu Letta dapat mendengar suaranya.
"Ngapain masih disini? Siap-siap sana!" ucap Izrel memerintah.
James mengangguk lantas berlari pergi menuju kamarnya dan segera bersiap-siap. Sementara itu, Izrel kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya.
"El? Lo masih di sana 'kan?"
"Iya-iya, gue masih di sini kok. Tadi lo bilang apa? Gue nggak dengar, lagi nonton soalnya."
"Itu... si James lagi apa sekarang? Dia tidur, ya?"
"Mungkin lagi siap-siap. Lo kan tahu kalau James mandi itu lama," ucap Izrel tak sepenuhnya berbohong.
"Oh iya, ya? Gue sampai lupa. Maaf ya, gue ganggu. Yaudah, lo lanjut nonton aja El."
"Oh? Nggak apa-apa kok kalau lo gangguin gue. Yaudah deh, semoga lancar ya makan siangnya!"
"Iya El, makasih ya!"
"Sama-sama."
Tut.
Izrel menatap layar ponselnya yang sudah gelap. Izrel beralih menatap sofa yang masih kotor akibat James dan si pembuat onar sudah kabur dari tugasnya. Benar-benar mengesalkan.
"Pada akhirnya, gue yang harus bersihin sendiri. Punya kakak kok gini-gini banget hidup gue?"
Asik membersihkan sofa, Izrel tak sengaja melihat ke arah tangga dan mendapati James yang berlari menuruni tangga. James sudah rapih dengan kemeja lengan panjang berwarna biru dan celana jeans panjang. Tak lupa sepatu nike berwarna hitam-putih.
Gila! Kakak gue tampan banget, puji Izrel dalam hati.
"Gimana penampilan gue? Udah keren, nggak?" tanya James sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
Izrel mengancungkan kedua jempol sambil menganggukkan kepala.
"Keren banget Kak! Letta pasti senyum-senyum terus lihat Kakak," jawab Izrel.
James menyisir rambutnya dengan tangannya. Ia mengatur kemejanya kembali dan tersenyum bangga.
"Siapa dulu? James gitu loh!"
Izrel mencibir pelan. "Baru di puji dikit aja udah bangga," desisnya.
"Yaudahlah, gue pergi dulu. Baik-baik ya lo di rumah! Jangan bikin onar. Bye!"
Izrel hanya mengangguk saja membiarkan Kakaknya pergi dengan kunci mobil yang ia lemparkan dan kemudian ia tangkap lagi.
Beberapa menit setelah kepergian James, Izrel teringat sesuatu. Tangannya dengan cepat mengambil ponselnya dan memeriksa log panggilannya dengan Letta.
Today
Letta
11:13 a.mKemudian, Izrel menatap jam yang ada di ponselnya.
11:23 a.m
"Itu berarti....."
Mata Izrel membulat.
"KAK JAMES KETEMU PACAR NGGAK MANDI!"
Di sisi lain, James tengah menyetir. Ia merasa bulu kuduknya berdiri. Bahkan hawa di sekitarnya pun terasa tidak enak. James merinding.
James mengelus tengkuknya. Ia mendesis.
"Kok berasa ada yang jelek-jelekin gue, ya?"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hanya mau tahu aja, ini cerita ada peminatnya nggak sih? 😅Btw, jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Vote and comment!See you!

KAMU SEDANG MEMBACA
BadGirl LoveStory
Storie d'amoreIni kisah seorang badgirl bernama Izrel yang jatuh cinta pada seorang cowok bernama Ardel. Penasaran? Langsung baca aja ya :) ====================================================== ⚠MENGANDUNG KATA-KATA KASAR⚠ HARAP BIJAK DALAM MEMBACA❗❗❗ ⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌⚌...