Tenggelamlah kita dalam tatapan tanpa makna. Dan cela tanpa suara.
^^^
Jangan lupa vote and comment!!
Resha sedari tadi mondar-mandir sambil memegang dagunya memikirkan sesuatu sambil menatap sebuah jaket yang ia taruh diatas kasur.
Apa yang harus ia lakukan dengan jaket itu. Kemarin ia lupa mengembalikan jaket itu kepada pemiliknya. Saking kesalnya ia dengan pemilik jaket itu ia langsung masuk ke rumah tanpa ucapan terimakasih sama sekali.
Resha memukul kepalanya berkali-kali merutuki kebodohannya sekaligus mencari solusi.
"Eh kenapa dipukul terus! Resha, lepas nanti kamu kesakitan!" Teriakan dari arah luar membuat pergerakan Resha berhenti.
"Bang akes?" Tanya Resha menatap Akes.
"Kenapa dipukul? Nanti sakit" Ujar Akes menghampiri Resha dan mengelus kepalanya.
Resha hanya nyengir dan ikut mengelus kepalanya. "Sakit juga ternyata"
"Kenapa?ada masalah? "
"Ini" Resha menunjuk pada jaket yang terletak dikasur menggunakan dagunya.
Akes mengikuti arah yang ditunjuk Resha "Jaket? Punya siapa?"
"Braga"
Akes melototkan matanya lalu memegang bahu Resha erat "Kok bisa?!"
Resha meringis "Kemarin Resha pulang sama dia, trus hujan jadi ya gitu" Cicitnya menggaruk tengkuknya tak enak
"HAH?! SERIUS?"
"Ih abang kok teriak sih, biasa aja kali" Resha mengusap telinga kanannya
"Kamu lagi deket sama Braga dek?"
Resha menggeleng "Nggak juga, biasa aja"
Akes menghela nafasnya "Trus, yang jadi masalah sama jaket itu apa?"
"Resha ngembaliin nya gimana?"
Akes mengerutkan keningnya, jadi itu masalahnya? Hanya karena bingung cara ngembaliin, Resha mondar-mandir dan malah memukul kepalanya sendiri? Ada apa dengan adiknya ini?
"Ya kembaliin lah ke orangnya, kenapa jadi pusing? abang denger dia pindah sekolah ke sekolah kamu kan? Yaudah pas disekolah aja, oke? "
Resha terdiam, ia lupa kalo ia dan Braga satu sekolah. Kenapa gak kepikiran sampe situ sih?
Resha memukul jidatnya bego deh
"Eh eh tuh kan jangan dipukul lagi, ya allah Resha kamu kenapa sih?!" Akes mengambil tangan Resha dan mengelus jidat adiknya
"Hehe maaf bang, Resha kesel sama diri sendiri, kenapa gak kepikiran sama apa yang abang pikirin"
"Ya jangan ngelukain diri sendiri juga, abang kan khawatir" Dengus Akes masih seri mengelus kening adiknya. jadi pengen, hehe maap
Resha terkekeh menepuk pipi Akes lembut "Khawatir ya?" Godanya
Akes mendengus "Cepet turun, makan dulu. yang lain udah nunggu"
Resha mengangguk, lalu menarik lengan Akes. "Ayo makan!"
.....
"Gladis, ayo dong anterin gue!" Resha terus menarik lengan Gladis yang masih sibuk bermain ponsel
"Minta Dera aja sih Res, gue lagi nanggung nih dikit lagi ke satu" Ujar Gladis tanpa menatap Resha
Resha menatap Gladis kesal. Gladis memang satu-satunya sahabat Resha yang paling menyebalkan. Lihat? Sahabatnya lagi butuh bantuan, dia malah anteng main game tanpa memperdulikan Resha yang malang. Melihat wajah tanpa dosanya membuat Resha ingin menyekik leher gadis tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Braga [Terbit]
Teen Fiction(Sudah terbit, tersedia di toko buku online.) 2020 Astercyo Series #1 Bragalian Cakra Vegario, Pria yang merupakan ketua dari geng bernama Astercyo. Pria yang meskipun memiliki wajah tampan, namun tak ada seorang pun perempuan yang berani mendekat...
![Braga [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/215460254-64-k153204.jpg)